Perkuat Kurikulum Berbasis Mutu, MAN 2 Yogyakarta Gelar Pembekalan Tim Pengembang Kurikulum 2026


Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Komitmen dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan kembali ditegaskan oleh MAN 2 Yogyakarta melalui kegiatan Pembekalan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Kamis (19/02/2026) di Ruang Broadcasting (BC) MAN 2 Yogyakarta.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini diikuti oleh unsur pimpinan, tim kurikulum, serta guru yang tergabung dalam Tim Pengembang Kurikulum sebagai garda terdepan dalam penguatan sistem pembelajaran madrasah.

Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd. Dalam arahannya, Hartiningsih menegaskan bahwa penguatan madrasah harus dilakukan secara terarah, berbasis analisis, dan berorientasi pada dampak nyata.

“Sesuai arahan Direktur KSKK, madrasah harus memiliki penguatan yang jelas. Untuk dapat sampai ke sana, sudah seharusnya kita melakukan analisis. Pelaksanaan pendidikan sangat bergantung pada proses. Jika proses tidak signifikan, maka dampaknya pun tidak akan signifikan,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa branding madrasah sangat ditentukan oleh persepsi masyarakat. Madrasah yang mengalami penurunan, menurutnya, umumnya disebabkan oleh lemahnya strategi dalam membangun citra dan kepercayaan publik.

“Penentu branding sebuah madrasah adalah masyarakat. Karena itu, kita harus memastikan kualitas layanan pendidikan benar-benar kuat dan terarah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hartiningsih menjelaskan bahwa penyusunan dokumen kurikulum merupakan fondasi utama dalam memberikan layanan pembelajaran yang berkualitas. Untuk tahun ajaran 2026/2027, penyusunan kurikulum mengacu pada KMA Nomor 1503 Tahun 2025 sebagai penyempurnaan dari KMA Nomor 450 Tahun 2024.

“Dalam kurikulum sebelumnya memuat P5RA, sedangkan pada kurikulum terbaru memuat kokurikuler. Perubahan ini harus kita pahami bersama agar implementasi di lapangan berjalan optimal,” jelasnya.

Ia berharap melalui perencanaan yang matang, kurikulum yang disusun tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi mampu memberikan dampak signifikan terhadap kualitas pembelajaran dan capaian peserta didik.

Apa yang disampaikan Kepala MAN 2 Yogyakarta menegaskan bahwa kurikulum tidak lagi dipandang sekadar perangkat teknis, melainkan sebagai instrumen strategis dalam membangun kualitas sekaligus branding madrasah.

Penekanan pada pentingnya analisis menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum harus berbasis data, kebutuhan peserta didik, serta tantangan masa depan. Dengan demikian, kurikulum menjadi alat untuk memastikan setiap proses pembelajaran memiliki arah dan dampak yang terukur.

Selain itu, perubahan regulasi dari KMA 450 Tahun 2024 ke KMA 1503 Tahun 2025, khususnya pergeseran dari P5RA menuju penguatan kokurikuler, mencerminkan upaya pemerintah dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual, fleksibel, dan berorientasi pada penguatan kompetensi peserta didik secara utuh.

Dalam konteks ini, Tim Pengembang Kurikulum memiliki peran krusial sebagai perancang sekaligus pengawal implementasi kebijakan tersebut di tingkat madrasah.

Memasuki sesi inti, pembekalan TPK 2026 disampaikan oleh Evi Effrisanti, S.Tp. yang mengulas secara komprehensif peran strategis TPK dalam menyusun dan mengimplementasikan Kurikulum Operasional Madrasah (KOM). Ia menekankan pentingnya sinkronisasi antara capaian pembelajaran, strategi pembelajaran, dan asesmen yang berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi penyusunan dokumen kurikulum tahun 2026 yang dipandu oleh Fajar Basuki Rahmat, S.Ag. dan Sri Narwanti, S.Pd., M.Pd. Pada sesi ini, peserta secara aktif menyusun dan mereviu dokumen kurikulum, mulai dari struktur kurikulum, alur tujuan pembelajaran (ATP), hingga perangkat ajar yang akan digunakan dalam proses pembelajaran.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan konstruktif guna memastikan dokumen kurikulum yang dihasilkan benar-benar aplikatif, relevan, serta selaras dengan kebijakan pendidikan nasional dan kebutuhan madrasah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis MAN 2 Yogyakarta dalam memperkuat budaya mutu dan inovasi pembelajaran, sekaligus mengokohkan posisinya sebagai madrasah unggulan berbasis multitipologi; akademik, riset, tahfidz, ketrampilan broadcasting, multimedia, ramah anak, Kelas Khusus Olah Raga (KKO), pelayanan kelas Cerdas Istimewa 2 tahun, Adiwiyata, dan belum lama berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Melalui pembekalan ini, diharapkan Tim Pengembang Kurikulum MAN 2 Yogyakarta mampu menjalankan perannya secara optimal, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kurikulum secara berkelanjutan.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam menghadirkan kurikulum yang berdampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran dan capaian peserta didik.

Dengan semangat perubahan dan profesionalisme, MAN 2 Yogyakarta terus melangkah pasti mewujudkan pendidikan madrasah yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. (pusp)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp