Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MAN
2 Yogyakarta, Fajar Basuki Rahmat, mengikuti koordinasi implementasi Program
Peningkatan Kebugaran Jasmani Anak Sekolah yang digelar di Gedung Pimpinan
Pusat Muhammadiyah Yogyakarta. Jumat (11/9/2026). Pertemuan tersebut
mempertemukan unsur Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Dinas Kesehatan DIY,
Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dan satuan pendidikan dalam membangun sinergi
untuk menghadirkan generasi pelajar yang sehat, bugar, dan produktif. Bagi
madrasah, kesehatan jasmani bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan bagian
penting dari ikhtiar menciptakan suasana belajar yang lebih segar, aktif, dan
mendukung tumbuhnya prestasi peserta didik.
Koordinasi membahas Implementasi Program Peningkatan Kebugaran Jasmani Anak
Sekolah yang akan dilaksanakan secara sistematis di satuan pendidikan dengan
dukungan tenaga ahli dari UNY. Program tersebut mencakup pengukuran tingkat
kebugaran, pembinaan aktivitas fisik secara rutin, serta evaluasi berkala
sebagai bagian dari upaya memantau perkembangan kebugaran peserta didik.
Kehadiran dosen dan mahasiswa UNY nantinya diharapkan dapat memberikan
pendampingan langsung sehingga gerakan kebugaran tidak berhenti sebagai
kegiatan sesaat, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan positif di lingkungan sekolah.
Selain program kebugaran, Dinas Kesehatan DIY turut mendorong Gerakan
Aktivitas Fisik Anak DIY dengan mengintegrasikan aktivitas fisik selama 30
menit setiap hari ke dalam kegiatan sekolah. Gerakan tersebut menjadi langkah
preventif untuk membangun kesadaran hidup sehat sekaligus menekan risiko
penyakit tidak menular sejak usia sekolah. Pesan yang dibawa sederhana tetapi
bermakna, bahwa meluangkan waktu untuk bergerak hari ini merupakan investasi
kesehatan dan kualitas hidup generasi muda di masa depan.
Fajar menyampaikan kesiapan MAN 2 Yogyakarta untuk mendukung sekaligus
menjadi salah satu sekolah percontohan dalam implementasi program tersebut.
“Kami dari MAN 2 Yogyakarta siap menjadi sekolah percontohan, kurikulum dan
kegiatan siswa akan kami selaraskan agar program kebugaran ini berjalan
berkelanjutan dan berdampak pada prestasi akademik maupun non-akademik siswa. Dukungan
ini menjadi wujud komitmen madrasah untuk memandang peserta didik secara utuh,
yakni tidak hanya tumbuh dalam kemampuan akademik dan karakter, tetapi juga
memiliki tubuh yang sehat serta kebiasaan hidup yang baik,” ungkapnya.
Pemilihan Gedung PP Muhammadiyah Yogyakarta sebagai lokasi koordinasi turut
memberi makna tersendiri karena Muhammadiyah memiliki perhatian kuat terhadap
pengembangan pendidikan dan kesehatan melalui lembaga-lembaga yang dikelolanya.
Sinergi UNY, Dinas Kesehatan DIY, PP Muhammadiyah, dan satuan pendidikan
diharapkan mampu mempercepat implementasi Program Peningkatan Kebugaran Jasmani
Anak Sekolah di MAN 2 Yogyakarta serta menjadi inspirasi bagi madrasah lainnya
di DIY. Dari gerak sederhana yang dilakukan secara konsisten, diharapkan lahir
pelajar yang lebih sehat, lebih bersemangat belajar, dan semakin siap
menorehkan prestasi untuk masa depan.(fbr)
Berikan Komentar