Pintu Surga Bernama Ridha Orang Tua: Pesan Uwais Al-Qarni Menggema di Kajian Keputrian MAN 2 Yogyakarta

Foto saat Kajian Keputrian di Ruang Broadcasting

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Suasana berbeda terasa di MAN 2 Yogyakarta, ketika para siswi mengikuti Kajian Keputrian yang digelar bertepatan dengan waktu salat Dzuhur. Rabu (19/08/2026), kegiatan rutin ini menjadi ruang pembinaan bagi siswi yang sedang berhalangan melaksanakan salat berjamaah, sekaligus menjadi kesempatan untuk tetap mendekatkan diri kepada Allah melalui ilmu dan penguatan akhlak. Mengangkat tema “Berbuat Baik kepada Kedua Orang Tua”, kajian tersebut mengajak para siswi memahami bahwa bakti kepada orang tua merupakan bagian penting dari pembentukan karakter seorang muslimah.

Pembimbing Keputrian, Alfi Rahmi, S.Pd., menghadirkan kisah Uwais Al-Qarni sebagai teladan dalam memaknai birrul walidain. ”Cerita tentang sosok pemuda dari Yaman, Uwais Al Qarni, yang namanya begitu mulia karena baktinya kepada sang ibu yang dalam kondisi lumpuh dan buta, bahkan ia rela menggendong ibunya dari Yaman menuju Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Di tengah keinginannya bertemu Rasulullah saw., Uwais memilih tetap merawat ibunya sehingga kesempatan untuk berhijrah dan menemui Rasulullah harus ia kesampingkan,” ungkapnya.

Kisah tersebut kemudian terasa dekat dengan kehidupan para siswi ketika Alfi mengingatkan bahwa berbakti kepada orang tua tidak harus menunggu seseorang menjadi dewasa, sukses, atau memiliki banyak harta. Membantu pekerjaan rumah, berbicara dengan lembut, mendengarkan nasihat, serta menyelipkan doa untuk ayah dan ibu merupakan bentuk sederhana yang dapat dilakukan mulai hari ini. Terselip pesan yang dalam mengenai sikap kita ke orang tua, jangan sampai kita menyesal ketika mereka sudah tidak ada.

Pesan itu tampak mendapat perhatian dari para peserta yang mengikuti kajian dengan antusias hingga akhir kegiatan. Sesi tanya jawab menjadi ruang bagi para siswi untuk menyampaikan pertanyaan sekaligus menghubungkan pesan kajian dengan pengalaman mereka dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama untuk kedua orang tua, menghadirkan suasana haru sekaligus pengingat bahwa di balik langkah setiap anak selalu ada doa dan kasih sayang orang tua.  Dari kisah Uwais Al-Qarni, para siswi diajak memahami satu pesan sederhana namun mendalam: berbuat baik kepada orang tua bukan sekadar kewajiban, tetapi juga dapat menjadi jalan untuk meraih kemuliaan dan rida Allah SWT.(alf)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp