Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Kepedulian dan solidaritas terus mengalir untuk MAN 2 Yogyakarta pascakejadian yang berdampak pada asrama santriwati. Pada Selasa (13/01/2026), Kelompok Kerja Pengawas Madrasah (Pokjawasmad) DIY menyalurkan bantuan donasi yang diterima langsung oleh Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., didampingi Kepala Tata Usaha, Isti Wahyuni, S.E., M.M.
Selain
donasi sebelumnya, Pokjawasmad DIY juga menghimpun bantuan khusus kebakaran
sebesar Rp1.110.000. Dana tersebut dikumpulkan secara spontan pada saat
pelaksanaan kegiatan Pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)
Pokjawas yang digelar di MAN 2 Yogyakarta (MandaYa). Bantuan diserahkan
langsung oleh Ketua Pokjawasmad DIY, Drs. H. Abd. Hamid Tarwaca R., M.S.I.,
didampingi Hj. Evi Effrisanti, S.TP, Dra. Hj. Ening Yuni SA, M.A., Bu Kalimah,
serta jajaran Pokjawasmad lainnya.
Dalam
kesempatan tersebut, Ketua Pokjawasmad DIY menyampaikan rasa prihatin atas
peristiwa yang terjadi di boarding santriwati MAN 2 Yogyakarta. Ia berharap
proses penanganan dan pemulihan asrama dapat segera tertangani dengan baik
sehingga aktivitas santriwati dapat kembali berjalan normal.
“Pokjawasmad
turut merasakan keprihatinan yang mendalam. Kami berharap kerusakan boarding
dapat segera tertangani, dan santriwati tetap mendapatkan layanan pendidikan
yang aman dan layak,” ungkapnya. Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada
pihak madrasah atas respons cepat dan langkah sigap yang telah dilakukan.
Menurutnya,
ketanggapan madrasah dalam melakukan relokasi santriwati, penggantian seragam,
serta pengondisian pembelajaran patut diapresiasi. “Penanganan yang cepat ini
membuat santriwati bisa segera tertangani dan kembali mengikuti pelajaran
bersama murid lainnya tanpa hambatan berarti,” tambahnya.
Sementara
itu, Hartiningsih menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan moril
dan material yang terus diberikan. Ia menegaskan bahwa madrasah telah
mengupayakan tempat relokasi yang aman bagi santriwati karena asrama sebelumnya
sudah tidak layak ditempati, sembari menunggu proses bantuan rehabilitasi dari
Kementerian Agama RI.
“Alhamdulillah,
seluruh seragam santriwati yang terdampak juga telah diganti agar mereka dapat
mengikuti pembelajaran dengan seragam lengkap seperti murid lainnya. Terima
kasih kepada semua pihak, Kementerian Agama, Pokjawasmad DIY, dan masyarakat, atas
kepedulian dan sinergi yang luar biasa,” ujarnya.
Kolaborasi
dan empati lintas unsur ini menjadi bukti bahwa madrasah tidak berjalan
sendiri. Dukungan yang solid menjadi energi penting bagi MAN 2 Yogyakarta untuk
terus memastikan keberlangsungan pendidikan dan kesejahteraan santriwati tetap
terjaga dengan baik. (pusp)
Berikan Komentar