Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Pra Rapat Kerja (Raker) MAN 2 Yogyakarta yang digelar pada Jumat, (16/01/2026), menjadi momentum strategis dalam meneguhkan arah dan langkah besar madrasah menuju masa depan. Mengusung tema “Penguatan Tata Kelola dan Budaya Mutu Menuju Madrasah Unggul Berkelanjutan: Hadirnya Digdaya”, kegiatan ini diwarnai sambutan visioner Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., didampingi Kepala Tata Usaha Isti Wahyuni, SE, MM, Wakaur Kurikulum Fajar Basuki Rahmat, S.Ag, Kesiswaan Leni, S.Si, M.Pd, Kehumasan Rita Setyowati, S.Pd, M.Pd, dan Sarpras Afwan Suhaimi, .S.Pd, yang menekankan pentingnya transformasi menyeluruh dan berkelanjutan.
Dalam
sambutannya, Hartiningsih menegaskan bahwa dunia pendidikan tengah mengalami
pergeseran paradigma besar. Madrasah tidak lagi cukup berjalan secara
konvensional, tetapi harus adaptif, inovatif, dan memiliki tata kelola yang
kuat berbasis budaya mutu. Konsep Digdaya dihadirkan sebagai identitas
sekaligus spirit baru MAN 2 Yogyakarta untuk tampil unggul, berdaya saing, dan
berkelanjutan.
Salah
satu fokus utama yang disampaikan adalah penguatan pendekatan multitipologi
akademik. Menurutnya, madrasah harus mampu mengakomodasi keragaman potensi
peserta didik, baik dalam bidang sains, keagamaan, maupun keterampilan praktis.
Pada aspek akademik, perhatian khusus diarahkan pada penguatan persiapan UTBK
melalui kurikulum berbasis target serta pelaksanaan try-out berkala yang
dianalisis secara data-driven guna memetakan kekuatan dan kelemahan peserta
didik secara individual.
Selain
akademik, Hartiningsih menyoroti pentingnya digitalisasi tata kelola sebagai
tulang punggung operasional madrasah masa depan. Sistem administrasi terpadu
dan pemanfaatan Learning Management System (LMS) dipandang sebagai kebutuhan
mutlak untuk mewujudkan transparansi, efisiensi, serta kesinambungan layanan
pendidikan yang tidak dibatasi ruang dan waktu.
Pada
aspek sarana dan prasarana, revitalisasi Laboratorium Bahasa menjadi perhatian
khusus. Ia menegaskan bahwa fasilitas pendidikan bukan sekadar pelengkap,
melainkan ruang strategis untuk menginkubasi keterampilan global peserta didik.
Dengan dukungan perangkat lunak mutakhir, laboratorium bahasa diharapkan mampu
memperkuat kompetensi linguistik siswa sebagai bekal menghadapi persaingan
internasional.
Lebih
lanjut, Kepala Madrasah menekankan pendekatan kolaboratif berbasis komunikasi.
Strategi ini menekankan pentingnya dialog terbuka, transparansi informasi,
serta keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, guru, tenaga kependidikan,
siswa, hingga orang tua, dalam setiap kebijakan dan langkah perubahan. Budaya
mutu, menurutnya, harus tumbuh dari kesadaran kolektif bahwa kualitas adalah
tanggung jawab bersama.
Menutup
sambutannya, Hartiningsih menegaskan bahwa seluruh langkah strategis tersebut
merupakan fondasi kokoh bagi hadirnya Digdaya sebagai wajah baru MAN 2
Yogyakarta. Dengan memadukan kecanggihan teknologi dan kekuatan karakter,
madrasah diharapkan tidak hanya melahirkan lulusan unggul secara akademik,
tetapi juga tangguh, berakhlak, dan siap menghadapi kompleksitas tantangan
zaman.
“Mutu
tidak hadir karena kebetulan, melainkan lahir dari kerja keras yang terencana
dan dijalankan bersama,” pungkasnya, meneguhkan semangat seluruh civitas
akademika untuk terus bergerak maju menuju madrasah unggul berkelanjutan.
Momentum Pra Rapat Kerja tersebut terasa semakin istimewa, karena bertepatan dengan hari
ulang tahun Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, serta salah satu guru PKn,
Surya Triana Suprihatin, S.Pd.
Kebersamaan
dalam suasana reflektif dan penuh syukur ini kian menguatkan makna Pra Raker, bukan
sekadar forum kerja, melainkan juga ruang kebersamaan, doa, dan penguatan
ikatan batin keluarga besar MAN 2 Yogyakarta dalam menapaki visi madrasah
digdaya yang unggul dan berkelanjutan. (pusp)
Berikan Komentar