Raisa Putri Endina Menemukan Makna Keberanian dari Kisah Si Anak Pemberani Di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta

Raisa Putri Endina Meriview Buku Bersama Nuryanti A.Md

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Keberanian tidak selalu hadir dalam bentuk tindakan besar. Terkadang, keberanian justru dimulai dari kepedulian terhadap hal-hal di sekitar. Pesan itulah yang ditangkap Raisa Putri Endina, siswi kelas XII G MAN 2 Yogyakarta, setelah membaca buku Si Anak Pemberani.

Kamis (24/09/2026) pukul 12.30 WIB, bertempat di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta, Raisa membagikan kembali cerita yang dibacanya dalam program literasi “Baca, Balik, Cerita” bersama Pustakawan MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti, A.Md.

Dengan penuh penghayatan, Raisa mengisahkan perjuangan Ketua Geng bernama Alinea bersama tiga orang temannya dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan yang berpotensi merusak ekosistem. Kisah tersebut tidak hanya menghadirkan keberanian dan persahabatan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kepedulian terhadap lingkungan membutuhkan keberanian untuk bertindak.

Bagi Raisa, keberanian bukan sekadar kemampuan menghadapi bahaya. Keberanian juga berarti berani mengambil sikap ketika melihat sesuatu yang tidak benar serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan di sekitarnya.

“Menurut saya, cerita ini menarik karena mengajarkan keberanian untuk melawan kejahatan sekaligus menjaga lingkungan. Kita juga belajar bahwa menjaga ekosistem merupakan tanggung jawab bersama,” tutur Raisa.

Cerita yang disampaikan Raisa menunjukkan bahwa sebuah buku dapat menghadirkan lebih dari sekadar kisah. Di balik halaman-halamannya, terdapat nilai yang dapat direnungkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pustakawan MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti, A.Md., mengapresiasi Raisa yang mampu menangkap pesan dari bacaannya sekaligus menyampaikannya kembali dengan pemahaman sendiri.

“Melalui Baca, Balik, Cerita, siswa tidak hanya membaca untuk mengetahui isi buku. Mereka juga belajar menemukan nilai, memahami pesan, kemudian berani menceritakannya kembali. Kisah Raisa menunjukkan bahwa literasi dapat menumbuhkan keberanian sekaligus kepedulian terhadap lingkungan,” ungkap Nuryanti.

Program “Baca, Balik, Cerita” menjadi salah satu langkah Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta dalam membangun budaya literasi yang aktif dan bermakna. Melalui tahapan Pinjam – Baca – Balik – Cerita – Review – Apresiasi, siswa diberikan ruang untuk menjadikan buku sebagai sumber pengetahuan, refleksi, sekaligus inspirasi.

Sebab, membaca bukan hanya tentang menuntaskan halaman demi halaman. Membaca adalah tentang menemukan makna, membawa pulang pesan, lalu menghidupkannya melalui cerita dan tindakan. Dari kisah Si Anak Pemberani, Raisa membawa satu pesan sederhana: keberanian akan menjadi lebih berarti ketika digunakan untuk menjaga kebaikan, melindungi lingkungan, dan berani mengambil sikap terhadap sesuatu yang perlu diperjuangkan. (nur)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp