Raker MAN 2 Yogyakarta Satukan Hati, Teguhkan Tekad Wujudkan Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Rapat Kerja (Raker) MAN 2 Yogyakarta Tahun Pelajaran 2026/2027 menjadi momentum penting untuk menyatukan visi, memperkuat komitmen, dan menyusun langkah strategis dalam mewujudkan madrasah yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. Mengusung tema "Satukan Hati, Teguhkan Tekad, Wujudkan Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia," kegiatan yang berlangsung di Merapi Glamping, Kaliurang, Sleman, Senin (29/6/2026), diikuti 96 guru dan tenaga kependidikan sebagai forum tertinggi penyusunan program kerja, evaluasi kinerja, serta penguatan budaya organisasi.

Raker dibuka oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Sidik Pramono, S.Ag., M.Si. Hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, H. Ahmad Shidqi, S.Psi., M.Eng., Pengawas Madrasah Aliyah Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Evi Efrisanti, S.TP., Ketua Komite MAN 2 Yogyakarta, Nur Abadi, M.A., Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., serta Kepala Tata Usaha MAN 2 Yogyakarta, Susana Widyawati, S.Pd., M.Pd. Kehadiran seluruh pemangku kepentingan menjadi bukti bahwa kemajuan madrasah merupakan tanggung jawab bersama yang dibangun melalui sinergi, kolaborasi, dan komitmen yang kuat.

Dalam sambutannya, Sidik Pramono, S.Ag., M.Si. menegaskan bahwa rapat kerja bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan ruang strategis untuk menyatukan cara pandang dan menyelaraskan langkah seluruh warga madrasah.

Ia mengibaratkan sebuah organisasi seperti bus yang mengangkut banyak penumpang. Bila setiap penumpang menghendaki tujuan yang berbeda, perjalanan tidak akan pernah efektif. Karena itu, rapat kerja menjadi sarana untuk membangun satu visi, satu tujuan, dan satu semangat agar seluruh energi organisasi bergerak ke arah yang sama.

"Bayangkan sebuah bus yang membawa puluhan penumpang dengan keinginan berbeda-beda. Perjalanan tidak akan sampai pada tujuan jika setiap orang ingin menentukan arah sendiri. Rapat kerja menjadi forum menyatukan tekad sehingga seluruh program dapat berjalan selaras untuk membawa madrasah berlari lebih cepat," ujarnya.

Ia mengapresiasi keterlibatan aktif seluruh peserta rapat kerja. Menurutnya, partisipasi 96 guru dan tenaga kependidikan menunjukkan tumbuhnya budaya kerja kolektif dalam membangun MAN 2 Yogyakarta. Program yang dirumuskan melalui musyawarah akan lebih mudah diwujudkan karena lahir dari kesepahaman dan rasa memiliki bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Sidik juga mengajak MAN 2 Yogyakarta untuk terus menguatkan ekoteologi sebagai karakter khas madrasah. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian integral dari implementasi nilai-nilai keagamaan.

"Ekoteologi bukan hanya menghadirkan madrasah yang hijau dan indah. Lebih dari itu, ekoteologi mengajarkan bahwa manusia adalah bagian dari alam. Sawah, pepohonan, air, dan lingkungan hidup harus dijaga sebagai amanah Allah SWT. Kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi budaya yang menyatu dalam proses pendidikan," tegasnya.

Pesan tersebut dinilai selaras dengan berbagai program lingkungan yang selama ini dikembangkan MAN 2 Yogyakarta sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik yang peduli terhadap kelestarian alam sekaligus memiliki kesadaran spiritual.

Selain penguatan budaya mutu, Sidik memberikan apresiasi atas keberhasilan MAN 2 Yogyakarta meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Namun, menurutnya, capaian tersebut bukanlah garis akhir.

"WBK bukan akhir dari ikhtiar, tetapi awal dari tantangan yang lebih besar menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Kata kuncinya adalah bersih dan melayani. Bersih telah dibuktikan melalui WBK, kini saatnya menghadirkan pelayanan prima melalui inovasi, kreativitas, dan layanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini jumlah satuan kerja Kementerian Agama yang berhasil meraih predikat WBBM masih sangat terbatas. Karena itu, MAN 2 Yogyakarta memiliki peluang besar untuk menjadi madrasah pertama yang berhasil meraih predikat tersebut apabila seluruh warga madrasah memiliki komitmen yang sama.

"Jangan pernah lelah untuk terus berinovasi. WBBM tidak cukup diwujudkan oleh pimpinan, tetapi harus menjadi gerakan bersama seluruh guru, tenaga kependidikan, dan seluruh warga madrasah. Budaya melayani harus menjadi karakter organisasi," pesannya.

Sementara itu, Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa rapat kerja merupakan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan.

Menurutnya, tema "Satukan Hati, Teguhkan Tekad, Wujudkan Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia" mengandung makna bahwa keberhasilan madrasah hanya dapat diraih melalui kebersamaan, kolaborasi, integritas, dan semangat untuk terus melakukan perbaikan.

"Rapat kerja bukan sekadar menyusun program selama satu tahun, tetapi menjadi ruang menyatukan hati dan tekad seluruh warga madrasah. Saya berharap setiap guru dan tenaga kependidikan terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat inovasi pembelajaran, memberikan pelayanan terbaik, serta menjadikan setiap program yang disusun benar-benar berdampak bagi peserta didik dan masyarakat," tutur Hartiningsih.

Ia menambahkan bahwa seluruh hasil sidang komisi dan sidang pleno akan menjadi pedoman pelaksanaan program kerja selama satu tahun pelajaran, mulai dari peningkatan mutu akademik, penguatan karakter, digitalisasi layanan, pengembangan budaya mutu, penguatan ekoteologi, hingga peningkatan prestasi peserta didik di tingkat nasional maupun internasional.

Raker juga menjadi ruang refleksi bahwa keberhasilan madrasah tidak hanya diukur dari banyaknya prestasi yang diraih, tetapi juga dari kualitas pelayanan, tata kelola yang akuntabel, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemampuan membangun budaya kerja yang harmonis dan berintegritas.

Dengan semangat "Satukan Hati, Teguhkan Tekad, Wujudkan Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia," seluruh peserta rapat kerja berkomitmen menjadikan setiap keputusan yang dihasilkan sebagai pijakan perubahan. Dari lereng Merapi, MAN 2 Yogyakarta mengirimkan optimisme bahwa madrasah akan terus melahirkan generasi yang unggul dalam prestasi, kokoh dalam karakter, peduli terhadap lingkungan, serta siap menghadapi tantangan masa depan melalui inovasi, kolaborasi, dan pelayanan yang semakin berkualitas. (pusp)

 


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp