Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Sebuah cerita misteri tak hanya menghadirkan ketegangan, tetapi juga menyimpan pelajaran kehidupan yang patut direnungkan. Hal tersebut dirasakan Razqy Ruzyan Rayza, siswa kelas X-C, saat mengulas buku Teka-Teki Rumah Aneh dalam kegiatan Baca Balik Cerita (Calita) di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta, Rabu (14/10/2026), pukul 12.20 WIB, bersama pustakawan Nuryanti A. Md.
Dalam ulasannya,
Razqy menceritakan kisah sebuah keluarga yang melakukan ritual aneh. Bentuk
rumah yang tidak biasa menjadi bagian dari upaya keluarga tersebut untuk
mengelabui orang lain agar rahasia ritual mereka tidak diketahui. Jalan cerita
yang penuh misteri menghadirkan rasa penasaran sekaligus ketegangan bagi
pembaca.
Razqy mengaku
merasa agak ngeri ketika membaca kisah tersebut. Meskipun demikian, cerita itu
memberinya pelajaran tentang pentingnya menjaga perilaku dan mempertimbangkan
akibat dari setiap perbuatan.
“Ceritanya agak
ngeri karena mengisahkan sebuah keluarga yang melakukan ritual aneh dan
berusaha menyembunyikannya dari orang lain. Dari buku ini, saya belajar bahwa
kita tidak boleh melakukan perbuatan buruk karena dampaknya bisa berlanjut
hingga anak cucu,” ungkap Razqy.
Pustakawan MAN 2
Yogyakarta, Nuryanti A. Md., mengapresiasi keterlibatan Razqy dalam kegiatan
Calita. Menurutnya, membaca cerita dari berbagai genre dapat menjadi sarana
bagi siswa untuk mengembangkan imajinasi sekaligus belajar memahami nilai-nilai
kehidupan.
“Melalui kegiatan
Baca Balik Cerita, kami ingin mengajak siswa tidak hanya membaca buku, tetapi
juga memahami pesan moral di dalamnya. Setiap cerita memiliki pelajaran yang
dapat direnungkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, siswa
semakin mencintai buku dan mampu mengambil hikmah dari setiap bacaan,” tutur
Nuryanti.
Buku Teka-Teki
Rumah Aneh mengingatkan pembaca bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi.
Perbuatan buruk dapat meninggalkan dampak yang panjang sehingga setiap orang
perlu menjaga perilaku dan bertanggung jawab atas pilihannya.
Melalui program
Baca Balik Cerita (Calita), Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta terus mendorong
tumbuhnya budaya literasi di lingkungan madrasah. Kegiatan ini menjadi wadah
bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan memahami bacaan, menyampaikan
pendapat, serta membagikan inspirasi kepada sesama.
Satu buku, beragam
pengalaman, dan sejuta pelajaran. Melalui Calita, Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta
berupaya menjadikan kegiatan membaca bukan sekadar rutinitas, melainkan
perjalanan untuk memperkaya wawasan dan menumbuhkan kebijaksanaan dalam
kehidupan. (nur)
Berikan Komentar