Review buku “Bahan Tayang Materi sosialisasi Empat Pilar MPR RI” bersama Siti Nusriyah S.Pd di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta

Siti Nusriyah S.Pd bersama Pustakawan MAN 2 Yogyakarta Nuryanti A.Md

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Siti Nusriyah S.Pd Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan MAN 2 Yogyakarta meriview buku “Buku Bahan Tayang Materi sosialisasi Empat Pilar MPR RI” bersama Pustakawan Nuryanti A.Md hari Kamis 21 Mei 2026 Pukul 08.00 WIB di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta.

Nusriyah menuturkan bahwa buku ini merupakan salah satu buku penting yang membahas dasar kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Buku ini hadir sebagai media edukasi bagi masyarakat agar lebih memahami nilai-nilai kebangsaan yang menjadi pondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Buku ini disusun agar mudah dicerna oleh masyarakat umum, pelajar hingga instansi pemerintahan. Materi dibagi dalam beberapa cakupan penting, yaitu: Pancasila ,UUD 1945, NKRI(Negara Kesatuan Republik Indonesia) dan Bhineka Tunggal Ika.


Penyajian materi dalam buku ini dibuat sederhana dan sistematis sehingga pembaca tidak kesulitan memahami isi pembahasannya. Selain itu, buku ini juga memberikan penjelasan mengenai pentingnya menjaga persatuan, menghargai keberagaman, serta menanamkan nilai nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari.

Kelebihan buku ini sangat visual dan terstruktur. Informasi disuguhkan dalam bentuk poin-poin singkat dengan bahasa yang mudah dipahami serta dilengkapi dengan sumber hukum yang mendukung materi pembahasan. Hal tersebut membuat pembaca lebih mudah memahami isi buku tanpa merasa bosan.

Meski demikian, buku ini memiliki kekurangan karena beberapa bagian masih belum memberikan penjelasan yang lebih mendalam. Namun, buku ini tetap sangat relevan untuk memperkuat nasionalisme dan rasa cinta tanah air, khususnya bagi generasi muda maupun masyarakat umum.

Nuryanti mengatakan “melalui literasi, Bu Nusriyah mengajarkan bahwa membaca bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, rasa nasionalisme, dan pola pikir yang kritis. Kehadiran beliau menjadi inspirasi bahwa budaya literasi perlu terus dikembangkan agar generasi muda lebih peduli terhadap pendidikan, persatuan, dan nilai-nilai bangsa Indonesia.” Tuturnya (nur)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp