Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) - Semangat literasi tidak hanya tumbuh di kalangan siswa, tetapi juga menjadi bagian dari keseharian para Guru di MAN 2 Yogyakarta. Salah satunya ditunjukkan oleh Rieries Caesariana Sundah S.Pd, Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan MAN 2 Yogyakarta, yang memanfaatkan waktu untuk berkunjung ke Perpustakaan dan meminjam buku bertema tokoh bangsa.
Pada
Kamis (03/09/2026) pukul 12.00 WIB, Rieries meminjam dua buku tentang tokoh
penting Indonesia, yaitu Muhammad Hatta dan Ki Hajar Dewantara, di Perpustakaan
MAN 2 Yogyakarta. Peminjaman tersebut dilayani oleh Pustakawan Nuryanti A. Md.
Rieries
mengungkapkan bahwa buku-buku tersebut tidak hanya ingin dibaca untuk menambah
wawasan pribadi, tetapi juga akan diceritakan kembali kepada anak-anaknya.
“Saya
ingin membaca dan memahami kisah perjuangan serta pemikiran tokoh-tokoh bangsa
ini, kemudian menceritakannya kepada anak-anak. Harapannya, mereka juga
mengenal dan menghargai perjuangan para tokoh Indonesia,” ujar Rieries.
Pustakawan
MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti A. Md, menyambut baik kebiasaan Guru yang
memanfaatkan Perpustakaan sebagai sumber belajar. Menurutnya, keteladanan Guru dalam
membaca dan meminjam buku dapat menjadi contoh positif bagi siswa.
“Saya
merasa senang sekali melihat Guru juga aktif datang ke Perpustakaan dan
meminjam buku. Apalagi buku yang dipilih berkaitan dengan tokoh bangsa.
Literasi akan semakin kuat apabila tidak hanya dilakukan oleh siswa, tetapi
juga dicontohkan oleh Guru,” kata Nuryanti.
Menurut
Nuryanti, peminjaman buku oleh Guru menjadi bagian penting dalam membangun
ekosistem literasi di lingkungan madrasah. Ketika guru aktif membaca, mencari
referensi, dan memanfaatkan koleksi perpustakaan, budaya literasi akan lebih
mudah tumbuh dan menjadi kebiasaan bersama.
Peminjaman
buku oleh Rieries menjadi bukti bahwa Perpustakaan bukan sekadar tempat
menyimpan koleksi, tetapi juga ruang untuk menemukan pengetahuan yang dapat
diteruskan kepada keluarga dan peserta didik.
Semangat
membaca pun menjadi semakin bermakna ketika pengetahuan dari sebuah buku tidak
berhenti pada pembacanya, tetapi kembali diceritakan, dibagikan, dan
menginspirasi orang lain. (nur)
Berikan Komentar