Yogyakarta (MAN 2 Yogykarta) - Senin (5/10/2026) pukul 12.30 WIB, suasana Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta terasa berbeda ketika Zaura Avicenna Ma’suma, siswi kelas XH, berbagi cerita tentang buku puisi Ayat-Ayat Api karya Sapardi Djoko Damono bersama Pustakawan MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti A. Md.
Bagi Zaura, puisi bukan sekadar rangkaian kata yang indah. Puisi adalah bahasa hati, tempat perasaan dapat disampaikan dengan cara yang lebih dalam dan lembut. Ketertarikannya pada dunia puisi membuat buku Ayat-Ayat Api menjadi salah satu bacaan yang berkesan baginya. Dari berbagai sajak dalam buku tersebut, “Sajak-Sajak Kecil tentang Cinta” menjadi karya yang paling mengena di hati Zaura. Ia menemukan ketenangan dan kesejukan dalam larik-larik puisi yang dibacanya.
“Saya menyukai
puisi karena puisi merupakan bahasa hati. Dari buku Ayat-Ayat Api, ‘Sajak-Sajak
Kecil tentang Cinta’ menjadi sajak yang paling mengena di hati saya. Saat
membacanya, saya merasa tenang dan sejuk di hati,” ungkap Zaura.
Kecintaan Zaura
terhadap puisi ternyata menjadi pengalaman yang turut dirasakan oleh Nuryanti.
Sebagai Pustakawan yang juga mencintai puisi, Nuryanti mengaku tersentuh ketika
mendengarkan review Zaura tentang Sajak-Sajak Kecil tentang Cinta.
“Saya sangat
tersentuh mendengar Zaura membaca dan memaknai sajak tersebut. Ada rasa damai
ketika membacanya. Menariknya, Zaura juga merasakan ketenangan dan kesejukan
yang sama. Di situlah indahnya puisi, satu karya dapat menyentuh hati
pembacanya dengan cara yang berbeda,” tutur Nuryanti.
Pertemuan
sederhana antara pembaca dan buku tersebut menjadi bukti bahwa membaca tidak
selalu tentang menemukan informasi. Terkadang, sebuah buku hadir untuk menemani
perasaan, menghadirkan ketenangan, bahkan membuat hati berhenti sejenak dari
hiruk-pikuk kehidupan.
Melalui Literasi
Calita (Baca, Balik, Cerita) di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta, pengalaman Zaura
menjadi bagian dari upaya menghidupkan budaya literasi di madrasah. Dari sebuah
puisi, lahir cerita; dari cerita, tumbuh rasa; dan dari rasa, literasi menjadi
lebih dekat dengan kehidupan pembacanya. (nur)