Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Dewan Ambalan MAN 2 Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Sarasehan Adat yang diikuti oleh seluruh Dewan Ambalan (DA), Purna, Alumni, serta Pembina. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 31 Januari 2026, yang bertempat di Aula Lantai 3 MAN 2 Yogyakarta.
Kegiatan
Sarasehan diawali dengan kedatangan dan registrasi peserta, kemudian
dilanjutkan dengan upacara pembukaan. Acara secara resmi dibuka oleh
Ferdiansyah Ageng Pramadana selaku Pradana Putra Dewan Ambalan MAN 2
Yogyakarta.
Selanjutnya,
sambutan disampaikan oleh Raheesh Kaysan Nizzar Ahmad selaku Ketua Pelaksana
Sarasehan Adat 2026. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar kegiatan
sarasehan ini dapat menjadi wadah bersama untuk memperkuat pemahaman adat
ambalan serta mempererat kebersamaan antar generasi Ambalan MAN 2 Yogyakarta.
Memasuki
agenda penyampaian bahan Sarasehan Adat 2026, materi disampaikan oleh Raheesh
Kaysan Nizzar Ahmad dan Azalia Ayyusha Alveta selaku Pemangku Adat. Penyampaian
materi ini bertujuan untuk memberikan gambaran serta dasar pembahasan terkait
adat ambalan yang akan direvisi,
diperjelas dan didiskusikan.
Agenda
inti Sarasehan Adat adalah proses merevisi, memperjelas, serta mendiskusikan
kembali adat ambalan yang telah lama berlaku, dengan melibatkan Pembina Kak Tri Winarko,
Alumni, Purna, dan seluruh Dewan Ambalan. Kegiatan ini menjadi sangat penting
mengingat Sarasehan Adat terakhir dilaksanakan pada tahun 2019, sehingga
diperlukan penyesuaian dan pembaruan agar adat ambalan tetap relevan dengan
kondisi dan kebutuhan saat ini.
Seluruh
peserta mengikuti proses diskusi dengan antusias, aktif menyampaikan pendapat,
serta menjunjung tinggi nilai musyawarah dan kebersamaan. Kegiatan berlangsung
dengan tertib dan penuh tanggung jawab.
Kegiatan Sarasehan Adat ditutup dengan sesi penutup, lalu dilanjutkan foto bersama seluruh peserta, dan diakhiri dengan sayonara sebagai tanda berakhirnya rangkaian kegiatan.
Dengan
terselenggaranya Sarasehan Adat ini, diharapkan seluruh anggota Ambalan MAN 2
Yogyakarta dapat semakin memahami, menjaga, dan menerapkan adat ambalan sebagai
identitas serta pedoman dalam setiap kegiatan kepramukaan. (malika_humas_pramuka)
Berikan Komentar