Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Prosesi penyerahan peserta didik kelas XII MAN 2 Yogyakarta pada Selasa (05/05/2026), Performance Hall FBSB UNY, berlangsung penuh haru sekaligus sarat pesan ekologis. Melalui gerakan “Satu Murid, Satu Pohon”, madrasah ini meneguhkan peran lulusan sebagai khalifah bumi yang membawa misi keberlanjutan lingkungan.
Sebanyak 243 peserta didik dinyatakan lulus 100 persen dan masing-masing menerima bibit tanaman untuk dirawat. Secara simbolis pohon diserahkan Kepala MAN 2 Yogyakarta Hartiningsih, S.Pd, M.Pd kepada Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY H. Sidik Pramono, S.Ag., M.Si., sebagai wujud sinergi penguatan pendidikan berbasis nilai ekoteologi. Gerakan ini bukan sekadar simbolik, melainkan refleksi dari budaya madrasah yang telah mengakar kuat.
Komitmen tersebut terbukti dengan diraihnya Juara 1 Lomba Kebersihan Kota Yogyakarta, sebuah ajang bergengsi yang mempertemukan sekolah-sekolah lanjutan unggul yang selama ini menjadi barometer kualitas pendidikan nasional.
Prestasi tersebut lahir dari pembiasaan yang konsisten, mulai dari budaya memilah sampah, penghijauan lingkungan, hingga keterlibatan aktif seluruh warga madrasah dalam menjaga kebersihan, melibatkan masyarakat untuk dilatih daur ulang sampah menjadi lahan ekonomi kreatif. Lingkungan yang bersih tidak hanya menciptakan kenyamanan belajar, tetapi juga membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab peserta didik.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, menyampaikan rasa syukur atas kelulusan seluruh peserta didik serta perjalanan panjang yang telah mereka lalui.
“Perjalanan ini penuh rasa haru. Tiga tahun yang telah terjalin kini harus direlakan untuk melangkah ke fase kehidupan yang baru. Dulu kalian datang dengan langkah penuh keraguan, hari ini kalian lebih matang, sigap, dewasa, berdaya dan siap menghadapi dunia, setelah belajar tentang perjuangan, persahabatan, kegagalan dan segera bangkit kembali,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa setiap nasihat dan teguran yang diberikan merupakan wujud cinta dan doa terbaik. Kelulusan bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan baru.
“Hari ini kalian lulus, tetapi perjalanan belum berakhir. Di luar sana, jadilah pribadi tangguh. Jangan pernah berhenti belajar. Libatkan Allah dalam setiap langkah, jaga akhlak, junjung tinggi kejujuran, serta bangun integritas dan daya saing,” pesannya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga kebiasaan baik, terutama kepedulian terhadap lingkungan. Penyerahan 243 bibit tanaman menjadi simbol tanggung jawab tersebut.
“Ini adalah bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Rawat dan jagalah tanaman ini. Jangan berhenti membangun karakter, salah satunya dengan mencintai alam,” imbuhnya.
Di akhir sambutan, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh civitas akademika dan orang tua atas kerja sama yang telah terjalin, serta memohon maaf atas segala kekurangan.
“Jika berhasil, jangan lupa dari mana berasal. Jika saat merasa lelah ingatlah hari ini kalian berdiri dengan kuat dan tangguh, jika sedang rindu, pintu madrasah selalu terbuka. Langkah kalian akan selalu kami iringi dengan doa,” pungkasnya.
Semangat perjuangan juga dikuatkan melalui inspirasi dari Soekarno tentang pentingnya menggantungkan cita-cita setinggi langit. Harapannya, para lulusan mampu terus melangkah maju dengan optimisme dan keberanian.
Dengan perpaduan prestasi, karakter, dan kepedulian lingkungan, MAN 2 Yogyakarta menegaskan posisinya sebagai madrasah unggul yang tidak hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga berintegritas dan peduli terhadap keberlanjutan bumi. (pusp)
Berikan Komentar