Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Jumat pagi selalu menghadirkan cerita hangat di depan gerbang MAN 2 Yogyakarta. Begitu juga pada Jumat (29/8/2025). Puluhan nasi bungkus tersusun rapi, menanti untuk dibagikan kepada siapa pun yang melintas: tukang becak, pengemudi ojek, pemulung, hingga pedagang kecil. Sederhana, namun sarat makna.
Inilah
wajah program “Jumat Berkah, Jumat Berbagi.” Sebuah gerakan sosial yang
digerakkan sepenuhnya oleh guru dan tenaga kependidikan MAN 2 Yogyakarta. Dari
tangan-tangan tulus mereka, rezeki yang disisihkan setiap minggu menjelma
menjadi bentuk nyata kepedulian kepada sesama.
Kepala
MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.A., menegaskan bahwa madrasah bukan
hanya tempat belajar akademik, tetapi juga ruang menumbuhkan nilai kemanusiaan.
“Kami
ingin peserta didik melihat teladan nyata dari para gurunya, bahwa berbagi itu
indah, dan kepedulian sosial adalah bagian penting dari pendidikan,” ujarnya
penuh harap.
Kepala
Tata Usaha MAN 2 Yogyakarta, Isti Wahyuni, S.E., M.M., menambahkan bahwa
kegiatan ini lahir dari niat sederhana untuk berbagi kebaikan, “Nasi bungkus
hanyalah perantara. Yang ingin kami sampaikan adalah rasa hangat, empati, dan
pesan bahwa mereka tidak sendirian,” ungkapnya dengan mata berbinar.
Sebagai
koordinator kegiatan, Retno Febriwindarti, S.Pd., mengisahkan bahwa seluruh
proses, mulai dari pengumpulan donasi, persiapan, hingga pembagian, dilakukan
bersama dengan penuh semangat.
“Kami
bahagia bisa berbagi. Senyum dan ucapan terima kasih dari para penerima jauh
lebih berharga daripada apa pun,” tuturnya.
Bagi
sebagian orang, sebungkus nasi mungkin tampak kecil. Tetapi bagi mereka yang
sedang berjuang dalam keterbatasan, bantuan itu bisa menjadi penguat langkah.
Seorang penerima bahkan berujar lirih, “Terima kasih, ini bukan sekadar nasi,
tapi perhatian yang jarang kami temui.”
Program
Jumat Berkah menjadi bukti bahwa kebaikan tidak membutuhkan panggung besar.
Dengan ketulusan dan kebersamaan, MAN 2 Yogyakarta menghadirkan cahaya
kepedulian di tengah masyarakat, mengajarkan bahwa berbagi adalah bahasa kasih
yang paling universal. (pusp)
Berikan Komentar