Semarakkan Gerakan Literasi, Azfa Hukma Shabiyya Ulas Novel Sesuk Karya Tere Liye di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta

Azfa Hukma Shabiyya Meriview Buku bersama Nuryanti A.Md di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Gerakan literasi Baca, Balik, Cerita kembali dilaksanakan di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta pada Senin (27/7/2026) pukul 10.30 WIB. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya diajak membaca dan mengembalikan buku, tetapi juga berbagi cerita serta menyampaikan kembali pengalaman dan pemahaman yang diperoleh dari buku yang telah dibacanya.

Salah satu siswa yang turut berpartisipasi adalah Azfa Hukma Shabiyya, siswi kelas XII C, yang berkesempatan mereview novel Sesuk karya Tere Liye. Dengan penuh semangat, Azfa menceritakan kembali isi novel yang telah dibacanya bersama Pustakawan MAN 2 Yogyakarta Nuryanti A.Md

Dalam reviewnya, Azfa menyimpulkan bahwa tokoh utama dalam novel tersebut berhasil menciptakan sebuah alat yang dapat mengubah memori masa lalu yang buruk menjadi memori masa lalu yang baik. Alur cerita yang menarik dan penuh kejutan membuat Azfa merasa senang selama membaca novel tersebut. “Selama membaca buku ini saya merasa senang karena alur ceritanya sangat seru,” ungkap Azfa.

Tidak hanya menceritakan isi buku, Azfa juga berhasil menemukan hikmah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, sebagai seorang anak, penting untuk memahami kesibukan orang tua yang bekerja demi keluarga. Kesibukan orang tua bukan berarti mereka egois atau mengabaikan anak, melainkan bentuk perjuangan untuk memberikan kehidupan dan masa depan yang lebih baik bagi anak-anaknya.

Pustakawan MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti, A.Md., merasa senang melihat antusiasme Azfa dalam mengikuti kegiatan literasi Baca, Balik, Cerita. Menurut Nuryanti, kemampuan siswa dalam menceritakan kembali isi buku dan menemukan hikmah dari bacaan merupakan bagian penting dari proses literasi.

“Melalui Baca, Balik, Cerita, kami ingin menumbuhkan kebiasaan membaca yang tidak berhenti ketika buku dikembalikan. Setelah membaca, siswa diajak memahami, memaknai, dan menceritakan kembali apa yang telah dibacanya. Dengan demikian, buku tidak hanya selesai dibaca, tetapi juga meninggalkan pesan dan pengalaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan,” tutur Nuryanti. (nur)

 


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp