Senyum, Sapa, dan Sigap: Formula Pelayanan Prima Tim PZI MAN 2 Yogyakarta untuk Delegasi Gorontalo

Foto Tim PZI MAN 2 Yogyakarta saat among tamu

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Kehangatan langsung terasa sejak langkah pertama rombongan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo memasuki lingkungan MAN 2 Yogyakarta dalam agenda studi tiru Pembangunan Zona Integritas (PZI). Kamis (09/04/2026), Tim Pembangunan Zona Integritas (PZI) MAN 2 Yogyakarta menyambut setiap tamu dengan senyum tulus, sapaan ramah, dan pelayanan yang sigap sehingga menciptakan suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Penyambutan tersebut menjadi cerminan nyata budaya pelayanan prima yang telah tumbuh sebagai bagian dari implementasi Zona Integritas di lingkungan madrasah.

Sejak rombongan tiba, anggota Tim PZI telah bersiap di berbagai titik untuk mengarahkan tamu menuju lokasi registrasi, ruang transit, hingga tempat pelaksanaan kegiatan. Seluruh proses berlangsung tertib dan terkoordinasi dengan baik, mulai dari penerimaan tamu, pendampingan, hingga penyediaan berbagai kebutuhan selama kegiatan berlangsung. Sikap ramah, santun, dan responsif yang ditunjukkan seluruh tim meninggalkan kesan positif bagi para peserta studi tiru yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo.

Rombongan yang dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, Prof. HC. Dr. Kasmat Sartono, S.Ag., M.Ag., bersama jajaran pimpinan Kanwil, kepala kantor Kementerian Agama kabupaten dan kota, kepala madrasah negeri, kepala subbagian tata usaha, serta pengawas madrasah, mengapresiasi sambutan yang diberikan. Mereka menilai pelayanan yang diterapkan di MAN 2 Yogyakarta tidak hanya berorientasi pada keramahan, tetapi juga menunjukkan profesionalisme dan kesiapan organisasi dalam menerima tamu. Kesan tersebut semakin memperkuat citra MAN 2 Yogyakarta sebagai madrasah yang berhasil membangun budaya kerja berintegritas sekaligus mengedepankan pelayanan yang humanis.

Ketua Tim PZI MAN 2 Yogyakarta, Susana Widyawati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pelayanan prima merupakan salah satu wujud nyata komitmen madrasah dalam membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). ”Budaya senyum, sapa, dan sigap tidak hanya diterapkan ketika menerima tamu, tetapi telah menjadi kebiasaan seluruh warga madrasah dalam memberikan layanan kepada peserta didik, orang tua, maupun masyarakat. Melalui kebiasaan sederhana namun bermakna tersebut, nilai-nilai integritas, profesionalisme, dan kepedulian diharapkan terus tumbuh sehingga menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, beretika, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan penyambutan ini menjadi bukti bahwa keberhasilan pembangunan Zona Integritas tidak hanya diukur dari kelengkapan administrasi maupun inovasi layanan, tetapi juga tercermin dalam budaya kerja sehari-hari. Senyum yang tulus, sapaan yang hangat, dan kesiapsiagaan dalam melayani menjadi identitas yang memperkuat kepercayaan para tamu terhadap kualitas pelayanan di MAN 2 Yogyakarta. Dengan semangat tersebut, madrasah terus berupaya menjadi inspirasi bagi satuan kerja Kementerian Agama dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, melayani, dan berintegritas.(cio)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp