GIRIPURWO — Rangkaian panjang pengabdian Mubaligh Hijrah (MH) MAN 2 Yogyakarta di Dusun Widoro ditutup dengan penuh keceriaan dan gegap gempita anak-anak. Tepat pada Sabtu (19/09/2026) pukul 08.30 WIB, serambi dan area dalam Masjid Al-Muqarobun disulap menjadi arena kreativitas dan unjuk bakat yang menggemaskan melalui ajang semarak lomba anak TPA.
Tercatat lebih dari 20 santri cilik dengan penuh antusias memadati area masjid. Para peserta ini tidak hanya berasal dari Dusun Widoro, melainkan juga dimeriahkan oleh perwakilan anak-anak dari dusun-dusun di sekitarnya. Mereka saling unjuk kebolehan dalam tiga kategori perlombaan yang dirancang untuk mengasah kecerdasan motorik dan spiritual, yakni lomba mewarnai, menggambar, dan lomba adzan.
Menariknya, agenda pamungkas ini dirancang dengan konsep family-friendly yang sangat sinergis. Di saat anak-anak tengah asyik menggoreskan warna dan mengumandangkan lantunan azan di dalam masjid, para orang tua di halaman luar tengah khusyuk mengikuti edukasi ecoenzyme. Strategi pembagian ruang kegiatan ini membuat seluruh lapisan warga—dari usia dini hingga dewasa—merasakan manfaat langsung kehadiran peserta MH MAN 2 Yogyakarta di waktu yang bersamaan.
Gema lantunan azan dari bibir-bibir mungil peserta berpadu dengan keseruan anak-anak yang memoleskan krayon di atas kertas gambar mereka, menciptakan atmosfer perpisahan yang hangat dan berbekas di hati. Sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan bakat para peserta, panitia menobatkan Juara 1, 2, dan 3 untuk masing-masing kategori. Penyerahan bingkisan disambut dengan sorak-sorai kebanggaan dari teman-teman dan para orang tua yang hadir.
Gelaran Lomba TPA ini sekaligus menjadi penanda resmi berakhirnya (grand closing) seluruh rangkaian program Mubaligh Hijrah MAN 2 Yogyakarta di Dusun Widoro. Melalui senyum dan tawa anak-anak di hari terakhir ini, MAN 2 Yogyakarta meninggalkan sebuah simpul manis; menanamkan jejak kenangan sekaligus menyemai bibit-bibit generasi Islami yang cerdas, berani, dan berakhlakul karimah di masa depan.