Siswa MAN 2 Yogyakarta Terima Edukasi Cegah Stunting

Cahyono Teteki Bangun, S.Gz menyampaikan materi terkait pencegahan stunting

Yogyakarta(MAN2Yk)-Dilansir dari laman website Kementerian Kesehatan Direktorat Jenderal pelayanan Kesehatan bahwa menurut WHO (2015), stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Selanjutnya menurut WHO (2020) stunting adalah pendek atau sangat pendek berdasarkan panjang / tinggi badan menurut usia yang kurang dari -2 standar deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan WHO yang terjadi dikarenakan kondisi irreversibel akibat asupan nutrisi yang tidak adekuat dan/atau infeksi berulang / kronis yang terjadi dalam 1000 HPK.

Untuk memberikan pemahaman bahaya dari stunting maka seluruh siswa kelas XI MAN 2 Yogyakarta menerima edukasi terkait pencegahan stunting pada Rabu (03/01/2024) bertempat di aula lantai 3. Menghadirkan narasumber dari Pusksemas Ngampilan Cahyono Teteki Bangun, S.Gz menyampaikan bahwa  “Selain pemenuhan protein hewani, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meminimalisir potensi stunting pada anak, diantaranya adalah sebagai berikut;

1.  Memberikan ASI eksklusif pada bayi hingga berusia 6 bulan

2.  Memantau perkembangan anak dan membawa ke posyandu secara berkala

3.  Mengkonsumsi secara rutin Tablet tambah Darah (TTD)                                            

4. Memberikan MPASI yang begizi dan kaya protein hewani untuk bayi yang berusia diatas 6 bulan” papar Cahyono.

Pendamping kegiatan Anita Dwi Roselly, S.Pd.Jas menyampaikan bahwa selain materi pencegahan stunting, MAN 2 Yogyakarta secara rutin juga memberikan Tablet tambah Darah kepada para siswi.

Kepala madrasah Singgih Sampurno, S.Pd., M.A menambahkan pesan bahwa madrasah berupaya maksimal untuk turut serta mencetak generasi sehat agar dapat dapat berkontribusi berprestasi membangun negeri.(diw)


wa Chat via WhatsApp