Sosialisasi bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, terorisme, dan kekerasan (TCC) di era digital oleh Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY)

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) Sosialisasi bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, terorisme, dan kekerasan (TCC) di era digital digelar oleh Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) sebagai langkah awal pencegahan terhadap berkembangnya paham-paham negatif di kalangan pelajar. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Al Huda MAN 2 Yogyakarta pada Jumat (22/1/2026) dan diikuti oleh murid kelas XI, serta tenaga pendidik dengan penuh antusias. Kegiatan didampingi Wakaur Kesiswaan Leni, S.Si, M.Pd, Muhammad Syukron Abidin, S.Pd dan Nafiatur Rasyidah, S.Pd.I, M.Pd.

Dalam sosialisasi tersebut, perwakilan Polda DIY, Bagus YUDP bagian Densus Polda DIY, menyampaikan materi mengenai ancaman nyata intoleransi dan radikalisme yang kini banyak menyebar melalui media digital dan media sosial. Ia menjelaskan bahwa pelajar menjadi kelompok yang rentan terpapar paham ekstrem apabila tidak memiliki pemahaman yang kuat tentang nilai toleransi, kebhinekaan, serta penggunaan media digital secara bijak. Oleh karena itu, siswa diimbau untuk lebih kritis dalam menyaring informasi yang diterima.

Selain itu, sosialisasi juga menyoroti maraknya kasus bullying dan kekerasan di lingkungan sekolah. Bagus menegaskan bahwa korban bullying tidak perlu merasa takut atau malu untuk melapor. Pihak kepolisian siap memberikan pendampingan dan perlindungan agar kasus-kasus kekerasan tidak terus berulang dan dapat ditangani secara tepat. Ia juga mengajak seluruh warga sekolah untuk saling peduli dan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Pihak madrasah berharap melalui kegiatan sosialisasi ini, para siswa dapat lebih memahami bahaya intoleransi, radikalisme, dan kekerasan, serta mampu menerapkan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Madrasah juga berharap terjalin kerja sama yang berkelanjutan antara pihak sekolah dan aparat kepolisian dalam membina karakter siswa agar menjadi generasi yang berakhlak, cinta damai, dan bertanggung jawab di era digital. (Ulin_ jurnalis)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp