Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) - Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema penuh keindahan menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Mandaya Islamic Competition #10 (MIC#10). Cabang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) sukses menghadirkan suasana yang syahdu sekaligus kompetitif, mempertemukan para qari dan qariah terbaik dari berbagai sekolah.
Dengan
penuh penghayatan, para peserta menampilkan kemampuan tilawah terbaik mereka di
hadapan dewan juri dan penonton. Tidak hanya mengandalkan suara yang merdu,
penilaian juga mencakup aspek tajwid, makharijul huruf, irama, serta
penghayatan terhadap makna ayat yang dibacakan.
Pada
kategori MTQ Putri, persaingan berlangsung ketat hingga akhirnya menghasilkan
para juara yang tampil memukau. Juara I berhasil diraih oleh Khoirunnisa
Alqorni dari MTsN 1 Yogyakarta. Disusul oleh Dewi Wafiqotul Insyiroh dari MTs
TQ El Muna Q sebagai Juara II, dan Chamila Syaqib Nurkirana dari SMPN 8
Yogyakarta yang menempati posisi Juara III.
Sementara
itu, pada kategori MTQ Putra, penampilan tak kalah mengesankan juga ditunjukkan
para peserta. Giffar Chilnandy Pratama dari MTs Al Ma’had An Nur Bantul
berhasil meraih Juara I dengan tilawah yang memikat. Posisi Juara II diraih
oleh Alif Zainuddin Putra Ardana dari MTsN 6 Bantul.
Keberhasilan
para juara ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah masing-masing,
tetapi juga menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki kemampuan luar biasa
dalam menjaga seni membaca Al-Qur’an. Ajang ini sekaligus menjadi wadah untuk
menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an melalui lantunan yang indah dan penuh
makna.
Salah
satu juri menyampaikan bahwa kualitas peserta tahun ini menunjukkan peningkatan
yang signifikan. “Mereka tidak hanya bagus secara teknik, tetapi juga mampu
menghadirkan ruh dalam setiap bacaan,” ungkapnya.
Melalui
cabang MTQ, MIC#10 kembali menegaskan perannya sebagai ajang pembinaan
sekaligus pengembangan bakat islami generasi muda. Diharapkan, para peserta
tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus mengasah kemampuan dan menjadi
inspirasi bagi lingkungan sekitarnya.
Dengan
semangat yang sama, MIC#10 terus berkomitmen melahirkan generasi Qur’ani yang
tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai kebaikan dalam
kehidupan sehari-hari. (Wisang Liyen)
Berikan Komentar