Syawalan MGMP Geografi DIY, Pererat Silaturahmi dan Tuai Nilai Kehidupan

Bantul (MAN 2 Yogyakarta) — Suasana berbeda tampak dalam pertemuan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Madrasah Aliyah (MA) se-Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin (13/4/2026). Tidak berlangsung di ruang kelas atau lingkungan madrasah seperti biasanya, kegiatan kali ini digelar di Pawon Segar Resto, menghadirkan nuansa hangat, santai, sekaligus penuh makna.

Sebanyak 21 guru Geografi MAN dan MA se-DIY hadir dalam kegiatan rutin yang kali ini dipadukan dengan momentum syawalan. Balutan suasana kebersamaan pasca-Idulfitri menjadikan forum ini tidak sekadar ajang koordinasi profesional, tetapi juga ruang mempererat tali silaturahmi dan menyegarkan kembali semangat pengabdian sebagai pendidik.

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang berlangsung khidmat, dilanjutkan sambutan dari Ketua MGMP Geografi DIY, Andi Hidayat, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan kolaborasi antar guru sebagai kunci dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Geografi di madrasah.

Memasuki inti acara, tausiyah disampaikan oleh Drs. H. Adib Rifai, pengasuh Pondok Pesantren Janki Dausat Pajangan, Bantul, dengan mengangkat tema “Ngunduh Wohing Pakarti.” Dalam pemaparannya, ia mengajak para guru untuk senantiasa menanam kebaikan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam menjalankan profesi sebagai pendidik. Nilai-nilai keteladanan, menurutnya, akan menjadi investasi jangka panjang yang hasilnya akan kembali kepada diri sendiri.

Suasana reflektif semakin terasa melalui pandangan para peserta. Heri Jatmiko, S.Pd., menilai kegiatan ini tidak hanya menyegarkan suasana, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan antar guru. “Sangat menyenangkan untuk menghilangkan kepenatan. Selain mempererat tali silaturahmi, kegiatan seperti ini juga menambah wawasan dan energi baru dalam menjalankan tugas sebagai pendidik,” ungkapnya.

Sementara itu, Retno Wulandari, S.Si., yang akrab disapa Bu Enno, memberikan penekanan pada makna filosofis yang diangkat dalam tausiyah. Ia menyampaikan bahwa konsep ngunduh wohing pakarti menjadi pengingat penting bagi setiap guru untuk terus menanam kebaikan. “Apa yang kita lakukan hari ini adalah cerminan dari apa yang akan kita tuai di masa depan. Karena itu, berbuat baik harus menjadi bagian dari keseharian kita, di mana pun berada,” tuturnya.

Keunikan kegiatan ini terletak pada pemilihan lokasi yang tidak biasa. Jika selama ini MGMP identik dengan ruang formal di madrasah, pertemuan di restoran justru menghadirkan suasana yang lebih cair dan humanis. Interaksi antar guru pun terasa lebih akrab, membuka ruang dialog yang lebih luas dan mendalam.

Kegiatan ditutup dengan penuh kehangatan, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Lebih dari sekadar pertemuan rutin, syawalan MGMP Geografi DIY kali ini menjadi momentum refleksi, penguatan nilai, serta peneguhan komitmen untuk terus menebar kebaikan dalam dunia pendidikan.

Dalam balutan kebersamaan dan nilai spiritual, para guru tidak hanya memperkuat jejaring profesional, tetapi juga menanam benih kebaikan yang kelak akan berbuah, sebagaimana filosofi ngunduh wohing pakarti, memetik hasil dari setiap kebaikan yang ditanam.


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp