Yogyakarta
(MAN 2 Yogyakarta) - Suasana berbeda terasa dalam gelaran Mandaya Islamic
Competition #10 (MIC#10) ketika cabang lomba nasyid digelar. Bukan sekadar perlombaan,
panggung ini berubah menjadi ruang syiar yang menghadirkan harmoni suara,
kekompakan tim, dan pesan-pesan Islami yang menyentuh hati.
Sejak
awal penampilan, setiap tim berhasil membangun suasana yang khas. Perpaduan
vokal yang selaras, penghayatan lirik yang mendalam, serta penampilan yang rapi
menjadikan lomba nasyid sebagai salah satu cabang paling dinantikan. Tepuk
tangan penonton kerap mengiringi setiap akhir penampilan, menandakan apresiasi
atas kualitas yang ditampilkan para peserta.
Setelah
melalui penilaian yang mempertimbangkan aspek vokal, harmonisasi, kekompakan,
hingga pesan yang disampaikan, dewan juri akhirnya menetapkan para pemenang
terbaik. Juara I berhasil diraih oleh tim dari MTsN 1 Yogyakarta yang tampil
memukau dengan harmonisasi suara yang kuat dan penuh penghayatan.
Posisi
Juara II diraih oleh MTs Sunan Pandanaran yang tidak kalah memikat dengan
aransemen yang rapi dan penampilan yang solid. Sementara itu, Juara III diraih
oleh MTsN 9 Bantul yang juga menunjukkan kualitas vokal serta kekompakan tim
yang patut diapresiasi.
Lomba
nasyid dalam MIC#10 tidak hanya menampilkan kemampuan bernyanyi, tetapi juga
menjadi media dakwah yang kreatif di kalangan pelajar. Melalui lirik-lirik yang
sarat makna, para peserta menyampaikan pesan kebaikan dengan cara yang indah
dan mudah diterima.
Salah
satu juri mengungkapkan bahwa kualitas penampilan tahun ini menunjukkan
perkembangan yang signifikan. “Bukan hanya suara yang bagus, tetapi juga
bagaimana mereka mampu menyampaikan pesan Islami dengan penuh rasa. Itu yang
membuat penampilan menjadi hidup,” ujarnya.
Dengan
terselenggaranya lomba ini, diharapkan nasyid terus menjadi bagian dari budaya
positif di kalangan generasi muda. MIC#10 pun kembali membuktikan bahwa seni
dapat menjadi sarana efektif dalam menanamkan nilai-nilai keislaman.
Melalui
lantunan nada yang indah dan penuh makna, semangat “Ukir Prestasi, Bangun
Karakter” kembali terwujud, menginspirasi lahirnya generasi muda yang kreatif,
berakhlak, dan mencintai nilai-nilai kebaikan. (Wisang Liyen)
Berikan Komentar