Testimoni Wamenag RI di MAN 2 Yogyakarta: Memaknai Takdir, Meneguhkan Iman, dan Menyalakan Harapan Pendidikan


Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. K.H. Romo R. Muhammad Syafi’i didampingi Dr. H. Ahmad Bahiej, S.H., M.Hum, Kepala Kanwil Kemenag DIY dan Hartiningsih, S.Pd, M.Pd Kepala MAN 2 Yogyakarta, menyampaikan testimoni pada Sabtu (03/01/2025) di ruang perpustakaan. Testimoni yang religius, menyejukkan, dan penuh motivasi saat berkunjung ke MAN 2 Yogyakarta. Dalam pesannya, Wamenag mengajak seluruh keluarga besar madrasah untuk memandang setiap peristiwa kehidupan dalam bingkai keimanan, takdir, dan tanggung jawab pendidikan.



Wamenag menegaskan bahwa kehidupan manusia tidak pernah lepas dari ketentuan Allah SWT. Dalam Islam, peristiwa hidup berjalan di antara dua jenis takdir: qarihi dan syarihi. Qarihi adalah kejadian yang tidak diinginkan secara lahiriah, yang hadir sebagai ujian keimanan, kesabaran, dan ketaatan. Sementara syarihi adalah kejadian yang diinginkan dan menyenangkan, yang merupakan nikmat Allah untuk disyukuri dan dimanfaatkan di jalan kebaikan.

“Keduanya adalah bagian dari takdir Allah SWT. Tugas seorang Muslim adalah bersabar ketika diuji dan bersyukur ketika diberi nikmat, serta meyakini sepenuhnya bahwa tidak ada satu pun yang terjadi tanpa izin-Nya,” pesan Wamenag. Ia mengingatkan agar umat tidak berburuk sangka kepada Allah, karena di balik setiap ketentuan-Nya selalu ada hikmah dan kebaikan bagi hamba yang beriman.

Dalam konteks pendidikan, Wamenag menekankan bahwa iman yang kuat harus berjalan seiring dengan ikhtiar nyata. “Teruslah berjuang untuk masa depan bangsa dengan pendidikan,” tegasnya. Pendidikan, menurutnya, adalah jalan juang yang paling mulia untuk membangun peradaban, memperkuat karakter, dan menyiapkan generasi unggul yang berakhlak.

Pesan penuh kasih juga disampaikan kepada para peserta didik. “Untuk anak-anakku, tetaplah semangat di tengah cobaan,” tutur Wamenag. Ia menanamkan keyakinan bahwa ujian hidup tidak boleh memadamkan harapan, justru harus menjadi energi untuk tumbuh, belajar, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Testimoni ini menjadi penguatan spiritual bagi MAN 2 Yogyakarta bahwa madrasah adalah ruang pembentukan iman, ilmu, dan karakter. Dengan kesadaran akan takdir, kesabaran dalam ujian, dan syukur atas nikmat, keluarga besar madrasah diharapkan terus melangkah mantap, menjaga cahaya pendidikan tetap menyala demi masa depan bangsa dan ridha Allah SWT. (pusp)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp