Tetapkan Target Bacaan Agustus, Bangun Budaya Literasi yang Terarah

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) Pada Jumat (24/07/2026), murid Kelas XI.D bersama Wali Kelas Suprimadyo, S.Pd. dan guru fisika Ida Puspita, M.Pd.Si, mengikuti kegiatan literasi yang dmotori Perpustakaan Mandaya. Kegiatan diawali dengan menata ruang kelas dan merapikan pojok baca agar menjadi ruang literasi yang nyaman, menarik, dan representatif sebagai pusat belajar di kelas.

Fokus utama kegiatan adalah penetapan target buku yang akan dibaca selama bulan Agustus. Setiap murid diminta menentukan buku yang akan dibaca dan mengisi target tersebut melalui Google Form yang telah disiapkan oleh perpustakaan. Langkah ini bukan sekadar pendataan, tetapi menjadi bagian dari strategi membangun budaya membaca yang terencana dan berkelanjutan.

Dalam Gerakan Literasi Mandaya, penetapan target bacaan mendorong peserta didik memiliki komitmen pribadi terhadap aktivitas membaca. Dengan menentukan buku sejak awal, murid diharapkan lebih termotivasi untuk menyelesaikan bacaannya, mengelola waktu membaca, serta mampu merefleksikan isi buku yang telah dipelajari. Pendekatan ini sejalan dengan pengembangan keterampilan abad ke-21 yang menekankan kemandirian belajar, berpikir kritis, komunikasi, dan kemampuan memecahkan masalah.

Kepala Perpustakaan, Sri Narwanti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa target membaca bukanlah perlombaan untuk menghabiskan buku sebanyak-banyaknya, melainkan upaya membangun kebiasaan membaca yang berkualitas.

"Yang terpenting bukan berapa banyak buku yang dibaca, tetapi bagaimana murid memahami isi bacaan, mengambil nilai-nilai positif, serta menjadikannya sebagai bekal untuk mengembangkan wawasan dan karakter. Semoga target bacaan bulan Agustus menjadi langkah awal lahirnya pembaca-pembaca yang tekun, kritis, dan gemar belajar sepanjang hayat," ujar Sri Narwanti. 

Melalui kegiatan ini, Kelas XI.D menunjukkan komitmennya untuk mendukung Gerakan Literasi Sekolah dengan menjadikan membaca sebagai kebiasaan, bukan sekadar kegiatan sesaat. Pojok baca yang tertata rapi, didukung target bacaan yang jelas, diharapkan mampu menciptakan ekosistem literasi yang hidup di lingkungan kelas. Sebagaimana prinsip program perpustakaan, keberhasilan literasi tidak diukur dari banyaknya buku yang diselesaikan, tetapi dari tumbuhnya minat baca, pemahaman, dan kebiasaan belajar yang berkelanjutan. (pusp)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp