Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Ditengah kehidupan masyarakat Gunungkidul, dakwah menemukan jalannya melalui kepedulian terhadap alam dan kebutuhan dasar manusia. Sabtu (19/09/2026), dalam rangkaian Milad MAN 2 Yogyakarta ke-76, Corps Mubaligh Armiftada (CM Armiftada) menghadirkan Mubaligh Hijrah Armiftada (MHA) di kawasan Widoro, Giripurwo, Wonosari, dengan menggabungkan edukasi ekoteologi dan bakti sosial air bersih. Melalui kegiatan tersebut, para murid belajar bahwa nilai-nilai Islam tidak hanya tumbuh dalam ruang ibadah, tetapi juga melalui tindakan nyata yang menjaga lingkungan dan menguatkan kehidupan sesama.
Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian ialah sosialisasi dan praktik
pembuatan eco enzyme di sekitar Masjid Al Muqarabun. Para murid
memperkenalkan cara mengolah limbah organik menjadi produk yang bermanfaat,
sekaligus mengajak masyarakat melihat sampah dari sudut pandang yang berbeda.
Warga tidak hanya menyimak penjelasan, tetapi juga berkesempatan menyaksikan
praktik secara langsung serta mengenal produk hasil olahan yang telah dibuat di
madrasah.
Pesan menjaga bumi tersebut berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap
kebutuhan air bersih yang menjadi bagian penting kehidupan masyarakat. Melalui
bakti sosial air bersih, peserta MHA berupaya menghadirkan manfaat yang dapat
dirasakan langsung oleh warga, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa akses
terhadap air merupakan kebutuhan mendasar yang perlu dijaga bersama. Dari
kepedulian terhadap lingkungan hingga perhatian pada kebutuhan sehari-hari,
rangkaian kegiatan ini memperlihatkan bahwa semangat berbagi dapat hadir dalam
berbagai bentuk yang saling melengkapi.
Bagi para murid, MHA menjadi pengalaman belajar yang melampaui batas ruang
kelas karena mereka berhadapan langsung dengan kehidupan dan kebutuhan
masyarakat. Mereka berlatih menyampaikan pengetahuan, membangun komunikasi
dengan warga, serta memahami bahwa menjaga alam dan membantu sesama merupakan
bagian dari tanggung jawab moral seorang muslim. Pengalaman ini juga menanamkan
pemahaman bahwa menjadi mubaligh bukan sekadar menyampaikan pesan melalui
kata-kata, melainkan menghadirkan keteladanan melalui perbuatan.
Melalui Mubaligh Hijrah Armiftada, MAN 2 Yogyakarta berupaya menumbuhkan
generasi yang mampu memadukan kesalehan ibadah, kepedulian sosial, dan tanggung
jawab ekologis. Sosialisasi eco enzyme mengajak masyarakat merawat bumi
dari lingkup rumah tangga, sementara bakti sosial air bersih mengingatkan bahwa
kepedulian harus menyentuh kebutuhan nyata manusia. Dari Gunungkidul, para
murid membawa pulang pelajaran berharga bahwa dakwah yang membumi ialah dakwah
yang menjaga kehidupan, merawat alam, dan menumbuhkan kebaikan yang manfaatnya
dapat dirasakan bersama.(cio)
Berikan Komentar