Upacara Bendera MAN 2 Yogyakarta, Menanamkan Empat Sikap Asertif Menuju Pribadi Remaja yang Matang dan Berdaya


Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Upacara bendera pada Senin (26/01/2026) di halaman utama depan gedung perpustakaan, yang diikuti oleh seluruh murid kelas X berlangsung khidmat dan sarat nilai pendidikan karakter. Bertindak sebagai pembina upacara, Dyah Estuti Tri Hartini, S.Pd., Koordinator Bimbingan Konseling (BK), menyampaikan amanah yang menekankan pentingnya sikap asertif sebagai bekal utama remaja dalam proses tumbuh dan berkembang dari jenjang SMP menuju SMA.

Dalam amanahnya, Dyah Estuti Tri Hartini menegaskan bahwa masa transisi dari SMP ke SMA merupakan fase penting pembentukan jati diri. Pada tahap ini, remaja tidak hanya mengalami perubahan lingkungan belajar, tetapi juga perubahan cara berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan.

“Ananda sekalian sedang berada pada masa tumbuh dan berkembang yang sangat menentukan. Kalian mulai dituntut mengenal diri sendiri, memiliki prinsip hidup, dan bertanggung jawab atas pilihan yang diambil,” tuturnya.

Dyah menandaskan tentang sikap asertif, menurutnya, dimulai dari hubungan seseorang dengan dirinya sendiri. Murid kelas X diajak untuk membangun rasa percaya diri tanpa melanggar hak orang lain, serta berani mengaktualisasikan potensi diri secara positif.

“Percaya diri itu bukan berarti merasa paling benar, tetapi memahami nilai diri dan berani menjadi diri sendiri dengan tetap menghargai orang lain,” pesannya.

Dengan memiliki prinsip hidup yang kuat, peserta didik diharapkan mampu menentukan arah, tujuan, dan cita-cita, serta tidak mudah terombang-ambing oleh pengaruh lingkungan.

Pembina upacara juga menekankan pentingnya keberanian menyampaikan apa yang dipikirkan dan dirasakan. Murid diharapkan mampu mengemukakan pendapat, terlibat aktif dalam diskusi, serta memperjuangkan gagasan secara santun.

“Kalian boleh berbeda pendapat, bahkan harus berani berbicara. Tetapi ingat, sampaikan dengan cara yang tidak menyinggung atau menyakiti orang lain,” ujarnya.

Sikap ini menjadi dasar terbentuknya budaya dialog yang sehat, saling menghargai, dan menumbuhkan kepercayaan diri dalam lingkungan belajar.

Dalam amanahnya, Dyah Estuti Tri Hartini mengingatkan bahwa kehidupan remaja penuh dengan godaan. Oleh karena itu, murid perlu membatasi diri sebagai individu sekaligus makhluk sosial.

“Sebelum melakukan sesuatu, biasakan bertanya pada diri sendiri: apakah ini baik untuk saya, kapan waktunya bermain, dan kapan waktunya belajar agar tidak mengganggu cita-cita,” ungkapnya.

Fenomena game dan e-sport dijadikan contoh konkret. Bermain gim boleh menjadi hobi bahkan prestasi jika memiliki tujuan dan batasan yang jelas. Namun tanpa kontrol, justru dapat mengganggu fokus belajar. Hal yang sama berlaku dalam pergaulan dengan lawan jenis, yang harus dijalani dengan saling menjaga batasan, etika, dan tanggung jawab.

Amanah tersebut juga menekankan pentingnya kematangan dalam mengambil keputusan. Setiap keputusan harus dipikirkan dampaknya bagi diri sendiri dan masa depan.

“Jika ragu, jangan sungkan untuk berbagi dan berdiskusi dengan orang yang lebih dewasa, seperti orang tua atau guru. Itu bukan tanda kelemahan, tetapi tanda kedewasaan,” jelasnya.

Sikap asertif ini juga tercermin dalam menghadapi tantangan kecil sehari-hari. Contoh sederhana disampaikan melalui keikutsertaan dalam upacara bendera, yakni bagaimana menjadi peserta upacara yang disiplin, tertib, dan bertanggung jawab. Dari hal-hal kecil tersebut, mental kuat dan karakter matang dibangun.

Melalui amanah ini, pembina upacara berharap murid kelas X tumbuh menjadi individu yang percaya diri, bermental kuat, mampu mengendalikan diri, serta memiliki kepribadian yang matang. Sikap asertif yang ditanamkan sejak dini diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi peserta didik dalam meraih prestasi dan menjalani kehidupan sosial secara sehat dan bermartabat. (pusp)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp