Upacara Penutupan Pelantikan CTB, 48 Pramuka Penegak Bantara Resmi Dilantik

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Kegiatan pelantikan Calon Tegak Bantara (CTB) di lingkungan madrasah resmi ditutup melalui upacara yang berlangsung khidmat dan penuh semangat pada 17–18 April 2026. Kegiatan ini menjadi puncak dari seluruh rangkaian pembinaan serta pengujian bagi peserta sebelum resmi menyandang status sebagai Pramuka Penegak Bantara.

Bertindak sebagai pembina upacara, Muhammad Hardiyanto, S.Kom., menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan proses pembentukan karakter yang sesungguhnya.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar menyematkan TKU Bantara di pundak saja, namun bagaimana proses peserta menjadi layak menggunakan tanda tersebut,” tegasnya.

Muhammad Hardiyanto juga menyampaikan bahwa selama kegiatan berlangsung, peserta telah melalui berbagai tantangan yang tidak mudah. Proses tersebut menuntut pengorbanan tenaga, pikiran, serta ketekunan yang tinggi. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk menguji sekaligus membentuk karakter peserta, khususnya dalam aspek ketahanan fisik, mental, kerja sama, dan tanggung jawab.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pelantikan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

“Pelantikan ini bukanlah sekadar seremonial, melainkan sebuah pengakuan bahwa kalian telah siap naik tingkat, menjadi Pramuka Penegak Bantara yang lebih matang dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Para peserta yang telah dilantik diharapkan mampu menjadi teladan bagi teman sebaya, baik di lingkungan madrasah maupun di masyarakat.

Kegiatan ini diikuti oleh 55 peserta yang terdiri dari 16 putra dan 39 putri. Setelah melalui seluruh tahapan seleksi dan pengujian, sebanyak 48 peserta dinyatakan layak dilantik sebagai Pramuka Penegak Bantara, dengan rincian 14 putra dan 34 putri.

Berkurangnya jumlah peserta menunjukkan bahwa proses pelantikan dilaksanakan secara selektif dengan mempertimbangkan kesiapan peserta secara menyeluruh, baik dari segi fisik, mental, maupun sikap.

Sebagai penutup, pelantikan ini ditegaskan bukan sebagai garis akhir, melainkan pintu awal menuju pengembangan diri yang lebih luas dalam dunia kepramukaan. Para Bantara diharapkan terus mengasah potensi melalui berbagai wadah, seperti Saka, Sako, maupun kegiatan pengembangan kepramukaan lainnya.

Dengan semangat baru sebagai Pramuka Penegak Bantara, para peserta diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang tangguh, berkarakter, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. (M. Hardiyanto)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp