Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Setiap manusia memiliki karakter, cara berpikir, dan cara berinteraksi yang berbeda-beda. Memahami perbedaan tersebut dapat membantu seseorang membangun hubungan yang lebih baik dengan orang lain. Hal inilah yang dipelajari Vinia Annisasae, siswi kelas XC MAN 2 Yogyakarta, melalui buku Kepribadian Berdasarkan MBTI karya Kim Sona.
Vinia
mengulas buku tersebut pada Kamis (29/10/2026) pukul 13.00 WIB melalui program
CALITA (Baca Balik Cerita) di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta bersama Pustakawan MAN
2 Yogyakarta, Nuryanti, A.Md.
Buku
tersebut mengajak pembaca mengenali beragam tipe kepribadian melalui pendekatan
MBTI (Myers-Briggs Type Indicator). Bagi Vinia, buku ini menarik karena
memberinya wawasan untuk mengenali karakter seseorang. Ia mengaku senang
mengobservasi kepribadian orang lain dan ingin memahami mengapa setiap orang
memiliki cara berpikir serta perilaku yang berbeda.
Dalam
ulasannya, Vinia mengungkapkan bahwa dirinya termasuk tipe ENFP. Ia merasa
memiliki sejumlah karakteristik yang sesuai dengan gambaran tipe tersebut,
seperti terbuka, ceria, dan menyukai hal-hal baru.
“Setelah
membaca buku ini, saya jadi tahu bahwa setiap manusia mempunyai kepribadian
yang berbeda-beda. Saya juga semakin tertarik untuk memahami karakter orang
lain. Menurut saya, perbedaan itu perlu dipahami agar kita bisa lebih
menghargai cara berpikir dan sikap setiap orang,” ungkap Vinia.
Bagi
Vinia, membaca buku tersebut bukan hanya tentang mengetahui tipe kepribadian,
melainkan juga belajar memahami keberagaman manusia. Ia menyadari bahwa setiap
orang memiliki kecenderungan, kelebihan, dan cara berinteraksi yang tidak
selalu sama. Oleh karena itu, seseorang perlu belajar memahami orang lain tanpa
terburu-buru memberikan penilaian.
Nuryanti
mengaku salut dengan ketertarikan Vinia terhadap buku pengembangan diri,
khususnya kepribadian manusia. Menurutnya, rasa ingin tahu dan kebiasaan
mengamati dapat menjadi awal yang baik untuk mengembangkan kemampuan memahami
orang lain, selama dilakukan dengan sikap terbuka dan tetap menghormati privasi
setiap individu.
“Senang
sekali melihat peserta didik memiliki ketertarikan untuk mengenal dirinya
sendiri sekaligus memahami orang lain melalui bacaan. Pengetahuan tentang
kepribadian dapat menjadi bahan refleksi agar kita lebih bijaksana dalam
berinteraksi. Namun, kita juga perlu ingat bahwa setiap manusia itu unik dan
tidak bisa sepenuhnya disimpulkan hanya berdasarkan satu tipe kepribadian,”
tutur Nuryanti.
Ia
menambahkan bahwa buku pengembangan diri dapat membantu peserta didik
memperluas sudut pandang, mengenali potensi diri, serta membangun sikap saling
menghargai di tengah keberagaman karakter. CALITA, Membaca untuk Memahami Diri
dan Sesama. (nur)
Berikan Komentar