Zona Integritas MAN 2 Yogyakarta Menarik Minat Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga untuk Meneliti Strategi Tata Kelola Madrasah

Umi Solikatun, berbagi mengenai zona integritas kepada salah satu mahasiswa UIN.

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Komitmen MAN 2 Yogyakarta dalam membangun tata kelola lembaga pendidikan melalui penerapan Zona Integritas (ZI) menarik perhatian mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sania Himatul Ulya. Rabu, (30/9/2026) ketertarikan tersebut bermula dari pengalaman praktik mahasiswa di lingkungan madrasah di DIY yang sedang berjuang menerapkan program Zona Integritas. Awalnya, ZI dipahami sebatas program yang berkaitan dengan upaya pencegahan korupsi dan pembangunan budaya antikorupsi, namun setelah ditelusuri lebih jauh, implementasi ZI memiliki cakupan yang lebih luas, terutama berkaitan dengan tata kelola lembaga, peningkatan kualitas pelayanan publik, transparansi, akuntabilitas, integritas, serta peningkatan mutu kelembagaan.

Pengalaman tersebut kemudian memunculkan kesadaran bahwa lembaga pendidikan tidak cukup hanya memiliki program pembelajaran yang baik, tetapi juga membutuhkan sistem tata kelola yang tertib, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan. Bagi Sania, fenomena tersebut menjadi ruang pembelajaran sekaligus objek penelitian yang menarik, terlebih penerapan Zona Integritas belum menjadi praktik yang merata di seluruh madrasah. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan akademik mengenai strategi kepala madrasah dalam mengimplementasikan Zona Integritas, termasuk kepemimpinan, strategi manajemen, budaya organisasi, keterlibatan warga madrasah, serta berbagai upaya membangun tata kelola lembaga yang berintegritas.

Ketertarikan untuk melakukan penelitian di MAN 2 Yogyakarta semakin kuat setelah Sania melaksanakan studi pendahuluan melalui wawancara dengan Sekretaris PZI MAN 2 Yogyakarta, Umi Solikatun, pada Rabu (30/9/2026). Dari wawancara tersebut, Sania semakin yakin dengan rencana penelitiannya karena informasi mengenai sejarah perjuangan pembangunan Zona Integritas di MAN 2 Yogyakarta selaras dengan iklim yang ia rasakan ketika pertama kali mengajukan permohonan observasi. Saat ini, ketertarikan tersebut telah diarahkan ke tahap akademik yang lebih serius melalui persiapan dan pengajuan proposal penelitian sebagai langkah awal untuk mengkaji implementasi Zona Integritas di MAN 2 Yogyakarta.

Dalam konteks madrasah, penerapan Zona Integritas juga memiliki relevansi kuat dengan nilai-nilai keagamaan. Integritas tidak hanya dipahami sebagai kepatuhan terhadap aturan administratif, tetapi juga sebagai perwujudan nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab, keadilan, transparansi, dan pelayanan yang baik yang sejalan dengan prinsip ajaran Islam. Karena itu, pembangunan Zona Integritas di madrasah dapat menjadi bagian dari ikhtiar membangun budaya pendidikan yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga kuat dalam karakter dan nilai moral.

Ketertarikan mahasiswa untuk meneliti ZI di MAN 2 Yogyakarta menjadi gambaran bahwa praktik baik di sebuah madrasah dapat memunculkan inspirasi dan rasa ingin tahu di kalangan akademisi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan manajemen pendidikan, khususnya dalam memahami strategi kepemimpinan kepala madrasah dalam membangun tata kelola lembaga yang berintegritas, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan pendidikan. Dengan demikian, Zona Integritas bukan semata-mata tentang mencegah korupsi, tetapi juga tentang membangun budaya kerja yang baik, pelayanan yang berkualitas, tata kelola yang profesional, serta kepercayaan masyarakat. (sol)

 


wa Chat via WhatsApp