Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Staf Kehumasan bidang publikasi dan branding MAN 2 Yogyakarta, Ida Puspita, menerima penghargaan atas kontribusinya sebagai editor dan penanggung jawab buku antologi puisi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Penghargaan
tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DWP Kanwil Kemenag DIY, Dr. Hj. Ening
Herniti, M.Hum., dalam acara yang digelar di Aula Gedung Pusat Pembelajaran
Terpadu (GPPT) Kampus Pusat MAN 2 Kulon Progo, Selasa (23/12/2025). Kegiatan
ini dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 Dharma Wanita
Persatuan, Hari Ibu Tahun 2025, serta pertemuan rutin caturwulan.
Antologi
puisi bertajuk Jejak Kata Perempuan menjadi karya kolektif yang melibatkan
anggota DWP Kemenag DIY dari berbagai wilayah, meliputi Kabupaten Bantul,
Gunungkidul, Kulon Progo, Sleman, dan Kota Yogyakarta. Buku ini merupakan wujud
kontribusi nyata perempuan dalam dunia literasi sekaligus ruang ekspresi batin
yang merekam dinamika kehidupan, spiritualitas, serta peran perempuan dalam
keluarga dan masyarakat.
Dalam
sambutan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Dr. H. Ahmad
Bahiej, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa karya ini menjadi simbol kekuatan
perempuan sebagai pilar keluarga dan penjaga nilai-nilai keagamaan. Ia juga
berharap antologi tersebut tidak hanya menjadi bacaan inspiratif, tetapi juga
catatan sejarah tentang keteguhan dan dedikasi perempuan di lingkungan
Kementerian Agama.
Sementara
itu, Ketua DWP Kanwil Kemenag DIY, Dr. Hj. Ening Herniti, M.Hum., mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses kreatif
hingga penerbitan buku. Ia menegaskan bahwa antologi ini merupakan hasil
kolaborasi yang dilandasi semangat persatuan dan kecintaan terhadap sastra.
“Jejak Kata Perempuan menjadi ruang bagi perempuan untuk menyuarakan pikiran
dan perasaan terdalam, sekaligus meninggalkan warisan kata yang menginspirasi,”
ungkapnya.
Sebagai
editor dan penanggung jawab, Ida Puspita dinilai memiliki peran penting dalam
mengawal kualitas naskah, menyatukan gagasan para penulis, serta memastikan
proses penerbitan berjalan dengan baik. Kontribusinya menjadi bagian dari
keberhasilan lahirnya karya literasi yang sarat nilai estetika dan
spiritualitas tersebut.
Menyikapi
penghargaan tersebut, Ida menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan.
Ia berharap karya ini dapat menjadi pemantik semangat literasi, khususnya bagi
perempuan, untuk terus berani mengekspresikan gagasan dan pengalaman hidup
melalui tulisan. “Ini adalah kerja bersama. Saya hanya bagian kecil dari proses
panjang yang penuh makna. Semoga ke depan semakin banyak ruang bagi perempuan
untuk berkarya dan saling menguatkan melalui literasi,” ungkapnya.
Penghargaan
ini menjadi bukti bahwa peran kehumasan tidak hanya terbatas pada publikasi
informasi, tetapi juga dapat berkontribusi dalam pengembangan literasi dan
budaya menulis. (pusp)
Berikan Komentar