Inovator Muda MAN 2 Yogyakarta Tembus Juara 2 BiOpen UAD Lewat Inovasi Pengolahan Limbah Batik

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Mengusung tipologi madrasah berbasis riset yang kuat dan berkelanjutan, MAN 2 Yogyakarta kembali menunjukkan kiprahnya dalam melahirkan inovator muda yang solutif dan berdaya saing. Budaya ilmiah yang terbangun tidak hanya mendorong siswa berpikir kritis, tetapi juga mampu menghadirkan karya nyata yang relevan dengan persoalan lingkungan. Hal ini dibuktikan melalui prestasi gemilang yang diraih dalam ajang Biology Perspective in Essay (BiOpen) di Universitas Ahmad Dahlan.

Tim yang terdiri dari Jihan Amira Ardani dan Roselyn Belva Phalosi, murid kelas XI E, berhasil meraih Juara 2 dalam kompetisi ilmiah tersebut.

Kompetisi ini menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan inovatif dalam bidang biologi terapan. Dalam sesi presentasi, tim MAN 2 Yogyakarta tampil pada urutan keempat dengan durasi 15 menit, termasuk sesi tanya jawab. Mereka mempresentasikan karya berjudul “BIOSANTIK: Rancang Bangun Alat Remedial Limbah Cair Batik Berbasis Adsorben Aktif Bio-Lingkungan.” Karya ini mengangkat permasalahan limbah cair industri batik yang mengandung zat warna sintetis, logam berat, dan senyawa organik berbahaya bagi lingkungan.

Penelitian tersebut menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Melalui pendekatan ini, tim berhasil merancang alat filtrasi sederhana berbasis biomineral CaCO yang dikombinasikan dengan teknologi elektrokoagulasi dan filtrasi berlapis menggunakan adsorben alami seperti cangkang kerang, sabut kelapa, dan arang aktif.

Hasil penelitian menunjukkan efektivitas yang signifikan dalam menurunkan kadar pencemar limbah. Kandungan logam berat timbal (Pb) berhasil diturunkan dari 2,2063 mg/L menjadi 0,0910 mg/L. Selain itu, nilai BOD dan COD juga mengalami penurunan drastis, serta pH limbah meningkat menuju kondisi netral. Inovasi ini dinilai sebagai solusi yang ekonomis, aplikatif, dan berpotensi diterapkan pada industri batik skala kecil.

Selain kompetisi, peserta juga mengikuti laboratory tour untuk mengamati berbagai spesimen hewan yang diawetkan serta melakukan praktikum singkat mengenai transpor membran, sehingga memperkaya pengalaman akademik mereka.

Prestasi ini tidak lepas dari bimbingan guru pendamping, Indra Dwi Suryanto, S.Pd., M.Pd., dan Nuning Setianingsih, S.Si., M.Pd., yang secara intensif mendampingi proses penelitian hingga presentasi.

Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa prestasi ini merupakan buah dari konsistensi madrasah dalam membangun ekosistem riset yang produktif dan kolaboratif. “Kami berharap capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan sesaat, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh murid untuk terus berinovasi dan menghadirkan solusi atas permasalahan nyata di masyarakat, khususnya di bidang lingkungan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa MAN 2 Yogyakarta akan terus memperkuat pembinaan riset peserta didik agar mampu berkontribusi lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Keberhasilan ini sekaligus mempertegas posisi MAN 2 Yogyakarta sebagai madrasah unggul yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga adaptif terhadap tantangan zaman melalui pendekatan ilmiah dan inovatif. (pusp)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp