Langkah Pasti Newton: Dari Madrasah Menuju Panggung Prestasi OSN Provinsi DIY 2025

YOGYAKARTA (MAN 2 Yogyakarta) – Di tengah ketatnya persaingan antar sekolah unggulan di Kota Yogyakarta, Muhammad Newton Alfa Nabil, siswa kelas XII H MAN 2 Yogyakarta, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan lolos seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Geografi tingkat Kota Yogyakarta.

Lolosnya Newton ke tingkat kota dengan guru pembimbing Retno Wulandari, S.Pd bukanlah hal yang mudah. Yogyakarta dikenal sebagai gudangnya sekolah-sekolah favorit dan madrasah unggulan yang telah malang melintang di kancah nasional. Persaingan yang dihadapi sangat kompetitif, dengan peserta dari sekolah-sekolah ternama yang telah terbiasa memborong medali OSN.

Namun, dengan ketekunan, disiplin belajar, dan semangat pantang menyerah, Newton mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Di balik capaian ini, tersimpan cerita perjuangan panjang: latihan intensif, seleksi berjenjang, dan komitmen untuk terus belajar dari setiap proses.

“Saya bersyukur bisa lolos di tengah persaingan yang begitu ketat. Ini bukan akhir, tapi awal perjuangan untuk membanggakan madrasah dan mengharumkan nama MAN 2 Yogyakarta di tingkat yang lebih tinggi,” ungkap Newton penuh semangat.

OSN merupakan ajang talenta sains bergengsi yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia, Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Ajang ini tidak hanya menekankan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga integritas, karakter, dan semangat kolaboratif dalam membangun bangsa.

“Prestasi ini membuktikan bahwa siswa madrasah mampu bersaing dalam bidang akademik tingkat tinggi. Kami bangga atas capaian Newton dan akan terus mendampingi hingga ke tahap berikutnya,” tutur Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., Kepala MAN 2 Yogyakarta.

Wakaur Kurikulum, Fajar Basuki Rahmat, S.Ag., juga memberikan apresiasi atas dedikasi Newton.

“Kami percaya setiap siswa memiliki potensi luar biasa. Tugas kami adalah membimbing dan memberi ruang tumbuh. Newton adalah bukti nyata hasil dari pendampingan dan kerja keras bersama,” ujarnya.

Perjalanan Newton belum usai. Ia kini bersiap menghadapi tahap selanjutnya dengan tekad lebih kuat. MAN 2 Yogyakarta pun siap mendukung penuh, membuktikan bahwa madrasah bukan sekadar tempat belajar agama, tapi juga pusat lahirnya generasi sains berintegritas tinggi. (pusp)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp