Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Medali mungkin menjadi tujuan, tetapi
perjalanan untuk meraihnya dimulai jauh sebelum kompetisi dibuka, yakni dari
keberanian belajar, ketekunan berlatih, dan kemauan untuk terus bertumbuh. Senin
(05/10/2026), semangat inilah yang mengiringi pembekalan khusus peserta Kelas
Olimpiade Sains Nasional (OSN) MAN 2 Yogyakarta sebagai langkah awal
mempersiapkan diri menghadapi OSN dan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun
2027. Bertempat di Ruang Broadcasting MAN 2 Yogyakarta, kegiatan ini menjadi
momentum untuk menyatukan tekad, menguatkan mental, dan menumbuhkan keyakinan
bahwa prestasi besar dibangun melalui proses yang konsisten.
Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., hadir bersama Wakil
Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Fajar Basuki Rahmat, S.Pd., serta Tim
Pelaksana Kelas OSN untuk memberikan arahan dan penguatan kepada para peserta.
Dalam sambutannya, Hartiningsih menegaskan bahwa Kelas OSN–OMI merupakan
program unggulan madrasah untuk mengembangkan potensi akademik sekaligus
membentuk karakter peserta didik yang tangguh. “Anak-anakku adalah duta
akademik madrasah, OSN bukan hanya soal kompetisi, tetapi tentang proses
pembentukan karakter pejuang ilmu yang tangguh, jujur, dan pantang menyerah,”
pesannya.
Pada kesempatan yang sama, Fajar Basuki Rahmat memaparkan peta jalan
pembinaan OSN–OMI Tahun 2026/2027 yang dirancang secara intensif dan
terstruktur. Program tersebut mencakup pendalaman materi, latihan soal secara
intensif, pembinaan psikologis, uji coba berkala (try out), hingga karantina
bersama mentor yang memiliki keahlian di bidang olimpiade. Tim Pelaksana Kelas
OSN turut menyampaikan target dan komitmen bersama untuk meningkatkan prestasi
akademik, mulai dari tingkat kabupaten/kota dan Provinsi DIY hingga panggung
nasional.
Pembekalan ditutup dengan pengarahan teknis bimbingan, sesi tanya jawab,
serta penguatan komitmen agar siswa mampu menjaga konsistensi belajar tanpa
mengesampingkan akhlak mulia. Bagi MAN 2 Yogyakarta, keberhasilan tidak hanya
diukur dari medali yang dibawa pulang, tetapi juga dari tumbuhnya pribadi yang
disiplin, jujur, tangguh, dan rendah hati dalam menuntut ilmu. Dengan persiapan
yang terarah serta dukungan madrasah, para peserta diharapkan mampu mengubah
setiap latihan menjadi kemajuan dan setiap tantangan menjadi pijakan untuk
mengukir prestasi pada OSN–OMI 2027.(fbr)
Berikan Komentar