YOGYAKARTA (MAN 2 Yogyakarta) – Di tengah ketatnya persaingan antar sekolah unggulan di Kota Yogyakarta, Muhammad Newton Alfa Nabil, siswa kelas XII H MAN 2 Yogyakarta, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan lolos seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Geografi tingkat Kota Yogyakarta.
Lolosnya
Newton ke tingkat kota dengan guru pembimbing Retno Wulandari, S.Pd bukanlah
hal yang mudah. Yogyakarta dikenal sebagai gudangnya sekolah-sekolah favorit
dan madrasah unggulan yang telah malang melintang di kancah nasional.
Persaingan yang dihadapi sangat kompetitif, dengan peserta dari sekolah-sekolah
ternama yang telah terbiasa memborong medali OSN.
Namun,
dengan ketekunan, disiplin belajar, dan semangat pantang menyerah, Newton mampu
menunjukkan kemampuan terbaiknya. Di balik capaian ini, tersimpan cerita
perjuangan panjang: latihan intensif, seleksi berjenjang, dan komitmen untuk
terus belajar dari setiap proses.
“Saya
bersyukur bisa lolos di tengah persaingan yang begitu ketat. Ini bukan akhir,
tapi awal perjuangan untuk membanggakan madrasah dan mengharumkan nama MAN 2
Yogyakarta di tingkat yang lebih tinggi,” ungkap Newton penuh semangat.
OSN
merupakan ajang talenta sains bergengsi yang diselenggarakan oleh Balai
Pengembangan Talenta Indonesia, Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah. Ajang ini tidak hanya menekankan penguasaan ilmu
pengetahuan dan teknologi, tetapi juga integritas, karakter, dan semangat
kolaboratif dalam membangun bangsa.
“Prestasi
ini membuktikan bahwa siswa madrasah mampu bersaing dalam bidang akademik
tingkat tinggi. Kami bangga atas capaian Newton dan akan terus mendampingi
hingga ke tahap berikutnya,” tutur Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., Kepala MAN 2
Yogyakarta.
Wakaur Kesiswaan, Leni, S.Si., M.Pd., juga memberikan apresiasi atas dedikasi Newton.
“Kami
percaya setiap siswa memiliki potensi luar biasa. Tugas kami adalah membimbing
dan memberi ruang tumbuh. Newton adalah bukti nyata hasil dari pendampingan dan
kerja keras bersama,” ujarnya.
Perjalanan
Newton belum usai. Ia kini bersiap menghadapi tahap selanjutnya dengan tekad
lebih kuat. MAN 2 Yogyakarta pun siap mendukung penuh, membuktikan bahwa
madrasah bukan sekadar tempat belajar agama, tapi juga pusat lahirnya generasi
sains berintegritas tinggi. (pusp)
Berikan Komentar