Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa MAN 2 Yogyakarta dalam bidang penelitian. Kamis (01/10/2026), tiga siswa, Adinda Dwi Laelani, Keyla Mutiara Anindya Darmawan , dan Keysa Permata Ayudya Darmawan , berhasil meraih Medali Perak dalam Kompetisi Riset Tingkat Kota Yogyakarta Tahun 2026. Ketiganya mengangkat penelitian berjudul “Paramythia: Integrasi Expressive Writing dan Qur'anic Spiritual Coping Melalui Digital Journaling .“
Penelitian tersebut mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan remaja,
yaitu kecemasan sosial (Social Anxiety Disorder/SAD). Di tengah perkembangan
teknologi dan tingginya intensitas interaksi sosial, sebagian remaja dapat
menghadapi berbagai tekanan ketika harus berkomunikasi, berinteraksi, tampil di
depan orang lain, maupun berada dalam situasi sosial tertentu. Melalui
penelitian Paramythia, ketiga siswa mencoba mengembangkan pendekatan
pendampingan yang memadukan expressive writing dengan Qur'anic spiritual coping
melalui media digital journaling.
Konsep expressive writing memberikan ruang bagi seseorang untuk
menuangkan pikiran dan perasaan melalui tulisan. Sementara itu, Qur'anic
spiritual coping menghadirkan dimensi spiritual melalui nilai-nilai
Al-Qur’an sebagai bagian dari proses menghadapi berbagai persoalan dan tekanan.
Kedua pendekatan tersebut kemudian diintegrasikan dalam digital journaling yang
dirancang agar lebih dekat dengan karakteristik generasi muda yang akrab dengan
teknologi digital.
Dalam proses penelitian, Adinda, Keyla, dan Keysa mendapatkan bimbingan
dari dua guru MAN 2 Yogyakarta, yaitu Annisa Salwa Hafidzah, S.Si. dan Nuning
Setianingsih, S.Si., M.Pd. Pendampingan dilakukan dalam berbagai tahapan
penelitian, mulai dari pematangan ide, penyusunan rancangan penelitian,
pengembangan inovasi digital journaling, pengolahan data, hingga
persiapan presentasi di hadapan dewan juri. Bagi para pembimbing, proses
penelitian bukan hanya diarahkan untuk mengejar prestasi kompetisi, tetapi juga
untuk menumbuhkan keberanian siswa dalam mengangkat persoalan nyata dan mencari
alternatif solusi melalui pendekatan ilmiah.
Atas prestasi tersebut, Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd.,
M.Pd., memberikan apresiasi kepada Adinda, Keyla, dan Keysa beserta kedua
pembimbing. ”Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa MAN 2
Yogyakarta lainnya untuk berani mengangkat persoalan di lingkungan sekitar
menjadi ide penelitian yang kreatif, bermanfaat, dan memiliki nilai
kebermanfaatan bagi masyarakat. Keberhasilan Paramythia meraih Medali
Perak menjadi bagian dari perjalanan MAN 2 Yogyakarta dalam membangun budaya
riset dan menumbuhkan jiwa peneliti muda, ungkapnya.(nng)
Berikan Komentar