Padukan Sains dan Al-Islah, Siswa MAN 2 Yogyakarta Raih Medali Perak PKM Kota Yogyakarta

Foto Adam Tresna Bumi kelas XII C dan Egar Patriote Pramono kelas XII C

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa MAN 2 Yogyakarta dalam bidang penelitian. Kamis (01/10/2026), Adam Tresna Bumi kelas XII C dan Egar Patriote Pramono kelas XII C berhasil meraih Medali Perak dalam Lomba Penelitian Karya Muda (PKM) sekota  Yogyakarta. Penelitian inovatif ini berjudul “Penerapan Sistem Multistage Hybrid pada Limbah Cair Tahu dengan Konsep Al-Islah dari Surat Al-Baqarah: 11.

Penelitian tersebut mengangkat persoalan lingkungan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, yaitu pengelolaan limbah cair tahu. Limbah cair dari proses produksi tahu mengandung bahan organik yang apabila tidak dikelola dengan baik dapat berdampak terhadap kualitas lingkungan. Melalui penelitian ini, Adam dan Egar mengembangkan sistem multistage hybrid sebagai pendekatan pengolahan limbah dengan beberapa tahapan. Penelitian difokuskan pada upaya penurunan parameter BOD (Biological Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), dan pH pada limbah cair tahu.

Keunikan penelitian ini tidak hanya terletak pada inovasi pengolahan limbah, tetapi juga pada integrasi sains dengan nilai-nilai keislaman. Kedua peneliti mengangkat konsep Al-Islah, yaitu semangat untuk melakukan perbaikan dan mencegah kerusakan, yang dikaitkan dengan pesan dalam Surat Al-Baqarah ayat 11. Konsep tersebut diterjemahkan dalam bentuk tindakan nyata berupa upaya memperbaiki kualitas limbah sebelum dilepaskan ke lingkungan.

Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih Adam dan Egar beserta kedua pembimbing. ”Prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen MAN 2 Yogyakarta dalam menumbuhkan jiwa peneliti muda melalui pembelajaran dan kegiatan riset yang berkelanjutan. Penelitian Adam dan Egar memberikan pesan bahwa persoalan yang ada di sekitar dapat menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan karya ilmiah. Perpaduan inovasi teknologi, penelitian lingkungan, dan nilai Al-Islah menjadi kekuatan tersendiri dari karya tersebut, paparnya.

Dalam proses penelitian, Adam dan Egar mendapatkan pendampingan dari dua guru MAN 2 Yogyakarta, yaitu Indra Dwi Suryanto, M.Engg. dan Nuning Setianingsih, S.Si., M.Pd. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan keterampilan penelitian siswa. Mereka tidak hanya belajar menghasilkan data, tetapi juga belajar mempertanggungjawabkan proses dan hasil penelitian secara ilmiah.(nng)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp