Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) , Rasa haru dan bangga begitu terasa saat Audrey Vania Zachrani Kinasih, alumni kelas Bahasa MAN 2 Yogyakarta, kembali menginjakkan kaki di madrasah tercinta. Saat menjadi siswa kelas bahasa, Vania sangat suka melatih kompetensi bahasa asing, PIKR, dan Broadcasting. Bekal ini sangat mendukung proses Vania ke studi lanjut. Kehadirannya pada Selasa (6/8/2025) disambut hangat oleh para guru dan siswa, menjadi momen yang menggetarkan hati sekaligus menginspirasi banyak jiwa.
“Melihat
Audrey kembali sebagai sosok yang tangguh dan mendunia membuat kami sangat
terharu. Ia bukan hanya membawa nama baik almamater, tapi juga mewakili
semangat juang siswa MAN 2 Yogyakarta yang pantang menyerah,” ungkap senada, Dra.
Jumiyasrini dan Diah Wijiastuti, S.S, guru Bahasa dengan mata berbinar.
Audrey
hadir bukan sekadar membawa kabar baik, tapi juga semangat besar. Ia berhasil
meraih beasiswa LPDP dalam satu kali percobaan, dan kini tengah menempuh
Magister Kesehatan Mental Global dan Masyarakat di University of Edinburgh, Skotlandia,
salah satu kampus ternama dunia.
Dalam
sesi sharing inspiratif, Audrey berbagi pengalaman perjuangannya menghadapi
berbagai kegagalan, proses evaluasi diri, hingga akhirnya lolos LPDP. Ia
menyampaikan bahwa kunci utama adalah punya visi hidup yang jelas, rencana
kontribusi yang kuat, serta kejujuran dalam mengenali diri sendiri.
“LPDP
bukan hanya soal nilai tinggi, tapi tentang arah hidup dan kemauan untuk
memberi dampak,” jelas Audrey.
Kepada
adik-adiknya, Audrey berpesan, “jangan takut bermimpi besar. Gagal itu bagian
dari proses. Percaya pada diri sendiri, dan jangan pernah menyerah. Kalian
punya potensi luar biasa.”
Pilihan
Audrey di bidang kesehatan mental global didasari oleh keprihatinannya terhadap
isu kesehatan jiwa di masyarakat Indonesia. Ia ingin menjadi bagian dari solusi
dan perubahan.
Kepala
MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangga yang
mendalam.
“Audrey
adalah cerminan karakter Mandaya: berdaya saing global, peduli sosial, dan
berintegritas. Ia adalah inspirasi nyata bagi generasi muda.”
Kisah
Audrey membuktikan bahwa ruang kelas Bahasa bukanlah batas, melainkan awal dari
langkah besar menuju dunia. Kini, semangatnya terus menyala di hati para siswa
yang bermimpi, berjuang, dan siap menorehkan jejak mereka sendiri.
(pusp)
Berikan Komentar