Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Semangat kemerdekaan terasa begitu kuat
ketika 15 Murid MAN 2 Yogyakarta dipercaya menjadi petugas pengibar bendera
pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat
Kemantren Ngampilan, Senin, 17 Agustus 2026. Senin (17/08/2026), mengenakan
seragam dengan penuh kerapian dan ketegapan, para murid tampil percaya diri
menjalankan tugas yang menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi mereka.
Dari langkah yang mantap hingga sorot mata yang penuh konsentrasi, tampak
semangat 45 memancar dari setiap petugas yang membawa nama madrasah di tengah peringatan
hari bersejarah bangsa.
Ke-15 murid tersebut terdiri atas Imam Fakhreza (XC), Ammar Raziq Mahdiya
Akbar (XE), Muhammad Dyaz Favian (XE), Kaysa Aulia Dinnia (XD), dan Faiza
Lailya Fatha (XID). Selanjutnya, Aisyah Kinanti Cinka Marsya (XA), Levina Azmi
Talitha (XIE), Yasmin Naurah Nadhifah (XIG), Alya Syifa Fauziyah Thamrin (XH),
dan Camelia Azzahra (XC) turut menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera.
Mereka berkolaborasi dengan Fayza Yasyfi Nurfaza (XH), Sabrina Khansa Aline
(XC), Azira Nofriani (XE), Syarifa Anastasya (XA), serta Aliya Zahra Artanti
(XA) untuk menyukseskan prosesi pengibaran Sang Merah Putih.
Bagi para Murid, menjadi petugas pengibar bendera menjadi pengalaman untuk
belajar tentang disiplin, ketelitian, keberanian, dan tanggung jawab. Setiap
gerakan yang dilakukan merupakan hasil dari latihan dan kekompakan yang
dibangun bersama dengan penuh kesungguhan. Dari ketegapan mereka saat bertugas,
tersimpan rasa bangga karena dapat ikut mengambil bagian dalam menghidupkan
semangat kemerdekaan di lingkungan masyarakat Kemantren Ngampilan.
Wajah-wajah muda itu seolah menjadi gambaran bahwa semangat perjuangan
tidak pernah berhenti pada generasi terdahulu, tetapi terus tumbuh dan
diwariskan kepada generasi penerus. Energi positif, kekompakan, dan semangat 45
yang terpancar dari para murid menjadi warna tersendiri dalam peringatan HUT
ke-81 RI tahun ini. Mereka membuktikan bahwa generasi muda dapat mengisi
kemerdekaan dengan cara sederhana namun bermakna, salah satunya melalui
pengabdian dan kesediaan menjalankan tugas dengan sepenuh hati.
Penampilan para murid MAN 2 Yogyakarta dalam upacara tersebut sekaligus
menjadi kebanggaan bagi madrasah dan keluarga yang senantiasa memberikan
dukungan. Dibalik keberhasilan mereka menjalankan tugas, terdapat proses
latihan, doa, serta support dari guru dan orang-orang terdekat yang membuat
langkah mereka semakin mantap. Semoga pengalaman menjadi petugas pengibar
bendera ini menjadi kenangan berharga sekaligus menumbuhkan karakter generasi
muda yang disiplin, berani, cinta tanah air, dan siap melanjutkan estafet
perjuangan Indonesia.(cio)
Berikan Komentar