Sembako Sepuluh Ribu dan Donasi Masjid, Mubaligh Hijrah Armiftada Rawat Kepedulian Sosial

Foto Bakti Sosial CM Armiftada di Panggung Parangtritis No. II, Widoro, Giripurwo, Wonosari, Gunungkidul

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Dakwah tidak selalu hadir melalui lantunan ayat dan untaian nasihat, tetapi juga melalui uluran tangan yang menyentuh kebutuhan sehari-hari. Jumat (18/09/2026), semangat itulah yang dibawa Corps Mubaligh Armiftada atau yang disingkat ”CM Armiftada di Panggung Parangtritis No. II, Widoro, Giripurwo, Wonosari, Gunungkidul. Di tengah kehidupan masyarakat setempat, para murid belajar bahwa menjadi mubaligh berarti hadir, mendengar, dan mengambil bagian dalam menghadirkan manfaat nyata bagi sesama.

Hari pertama kegiatan diwarnai aksi bakti sosial sembako yang menyediakan kebutuhan pokok berupa beras, mi instan, tepung, kecap, dan minyak goreng. Menariknya, seluruh bahan sembako tersebut berasal dari hasil pengumpulan siswa MAN 2 Yogyakarta, sehingga setiap paket membawa jejak kepedulian banyak tangan yang bersatu untuk berbagi. Dengan harga hanya Rp10.000, kebutuhan pokok itu disediakan bagi warga agar lebih mudah dijangkau, sekaligus menghadirkan kebahagiaan sederhana melalui kesempatan berbelanja dengan biaya yang terjangkau.

Kehangatan kegiatan semakin terasa melalui antusiasme warga yang datang untuk memperoleh kebutuhan sehari-hari. Kepedulian peserta tidak berhenti pada sembako, tetapi berlanjut melalui bakti sosial air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta bazar baju bekas yang menawarkan pakaian dengan harga ramah di kantong. Dari ketiga kegiatan tersebut, MHA menghadirkan ruang perjumpaan yang mempertemukan semangat generasi muda dengan kebutuhan nyata warga, tanpa sekat antara pemberi dan penerima manfaat.

Bagi para murid, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk memahami bahwa kepedulian membutuhkan tindakan, bukan sekadar niat baik. Proses mengumpulkan bantuan, menyiapkan kebutuhan warga, hingga berinteraksi secara langsung menjadi pembelajaran tentang empati, gotong royong, dan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat dakwah yang membumi, yakni menyampaikan kebaikan melalui perilaku yang dapat dirasakan manfaatnya oleh orang lain.(cio)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp