Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa MAN 2 Yogyakarta. Dua peneliti muda berbakat, Khumaira Nafla Miftahhusna dan Nida Izza Nurussyifa, berhasil meraih Juara 1 dalam ajang kompetisi karya ilmiah bergengsi melalui inovasi berjudul “Optimasi Jalur Kabel Instalasi Panel Surya Melalui Modifikasi Algoritma Kruskal dan K-Means.” Karya ini lahir dari kepedulian mereka terhadap isu energi masa depan, khususnya kebutuhan akan sistem energi terbarukan yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga efisien secara teknis dan ekonomis.
Penelitian
ini berangkat dari permasalahan nyata di lapangan, di mana instalasi panel
surya kerap menghadapi kendala pada penataan jalur kabel yang rumit, tidak
rapi, dan boros panjang kabel. Situasi ini tentu menghambat efektivitas sistem
energi surya, yang seharusnya menjadi solusi bersih dan hemat untuk masa depan.
Melalui pendekatan algoritma, Khumaira dan Nida menawarkan solusi inovatif yang
menggabungkan dua metode dalam ilmu komputasi: Kruskal dan K-Means. Penelitian
mereka mencoba menjawab tiga pertanyaan utama, yaitu apakah algoritma Kruskal
dapat digunakan untuk merancang jalur kabel panel surya yang lebih efisien,
bagaimana peran algoritma K-Means dalam mengelompokkan panel surya berdasarkan
letak, dan seperti apa hasil penggabungan keduanya dalam optimalisasi instalasi
kabel.
Dengan
ketekunan dan ketelitian tinggi, mereka melakukan analisis data menggunakan
tahapan pra-pemrosesan, pengelompokan (clustering) dengan K-Means, dan
pencarian jalur kabel minimum dengan Kruskal. Jarak antar titik panel dihitung
menggunakan rumus Euclidean, dan efisiensi dinilai berdasarkan bobot total
jalur kabel (Weighted Minimum Spanning Tree). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kombinasi dua algoritma ini mampu secara signifikan mempersingkat panjang
kabel, menyederhanakan struktur jaringan instalasi, dan mengelompokkan panel
surya secara sistematis berdasarkan kedekatan lokasi. Selain membuat tata letak
lebih rapi, solusi ini juga berkontribusi dalam penghematan biaya pemasangan.
Penelitian ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi dan sains dapat menjadi jembatan menuju energi berkelanjutan yang lebih cerdas. Lewat kolaborasi ide dan kerja keras, dua siswi madrasah ini mampu menciptakan sistem instalasi panel surya yang tidak hanya fungsional, tetapi juga visioner. Inovasi ini sangat potensial untuk diterapkan di berbagai bidang, baik skala rumah tangga, industri, hingga lembaga pendidikan, khususnya dalam mendukung transisi energi bersih di Indonesia.
Kepala
MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan
kebanggaannya atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini tidak hanya
menunjukkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis dan inovatif, tetapi juga
menjadi bukti bahwa madrasah mampu bersaing di ranah sains dan teknologi.
“Anak-anak kita telah menunjukkan bahwa semangat belajar, bimbingan yang tepat,
dan keberanian mengeksplorasi dapat melahirkan solusi nyata bagi tantangan
zaman. Kami bangga dan akan terus mendorong lahirnya karya-karya inspiratif
dari madrasah,” ujarnya.
Prestasi
gemilang ini tentu tidak terlepas dari peran penting para guru pembimbing,
yakni Nuning Setianingsih, S.Si., M.Pd., dan Indra Dwi Suryanto, S.Pd., yang
dengan penuh dedikasi telah membimbing, mengarahkan, dan mendorong siswi-siswi
berbakat ini hingga mencapai hasil terbaik. Bagi Khumaira dan Nida,
keberhasilan ini menjadi pijakan awal untuk terus berkarya dan memberi
kontribusi nyata bagi masyarakat melalui ilmu pengetahuan.
“Energi
matahari adalah anugerah. Tugas kita adalah mengelolanya secerdas mungkin,”
ungkap Nafla penuh semangat. Kemenangan ini tidak hanya menjadi kebanggaan
pribadi, tetapi juga mengukuhkan MAN 2 Yogyakarta sebagai madrasah yang tak
henti melahirkan inovator muda di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan
semangat religius yang berpadu dengan kecanggihan berpikir, para siswa MAN 2
Yogyakarta membuktikan bahwa madrasah bukan hanya tempat menimba ilmu agama,
tetapi juga ladang tumbuhnya solusi-solusi masa depan.
Berikan Komentar