Siswa MAN 2 Yogyakarta Juara 2 Lomba LKTI Nasional 2023

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Riset dengan judul, “Rancang Bangun Sistem TOBAT (Tempat Obat) pada Pasien Tunagrahita Berbasis IoT,” membawa siswa MAN 2 Yogyakarta Imron Nurosyidin, Syabilla Sekar Pramudya, Adzra Naura Farras dengan pembimbing Nuning Setianingsih, S.Si, M.Pd menjadi Juara 2 Lomba LKTI Tingkat Nasional. Even yang digelar HIMA Pendidikan Khusus UNTIRTA (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa) dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional 2023.


Timeline Kegiatan lomba LKTI ini dimulai dengan pendaftaran 13-30 November 2023, penilaian  1 -09 Desember 2023, presentasi 10 Desember 2023, dan pengumuman  12 Desember 2023. Sebagai peraih Juara 2 berhak mendapatkan sertifikat, piala, dan uang pembinaan.

Para siswa menyampaikan latar belakang riset yang menghantarkannya menjadi Juara 2 antara lain, “Permasalahan pada pasien Tunagrahita adalah kesusahan untuk mengelola penggunaan obat. Pasien seringkali lupa minum obat. Kondisi yang lebih fatal adalah sudah minum obat namun merasa belum meminumnya, sehingga minum obat lagi. Hal ini dapat menyebabkan over dosis. Pada saat pengobatan pasien grahita, obat yang diberikan seringkali lebih dari satu macam dan dosis obat bisa jadi berbeda-beda. Selain lupa waktu mengkonsumsi obat, pasien grahita juga sering lupa dosis yang harus dikonsumsi. Hal ini dapat menjadi masalah serius karena ketidakpatuhan dalam mengonsumsi obat dapat berdampak negatif pada kesehatan, bahkan dapat memperburuk kondisi kesehatan pasien dan memicu komplikasi.”


“Perkembangan teknologi saat ini telah memunculkan inovasi dan solusi baru untuk menciptakan kemudahan dalam berbagai bidang diantaranya adalah teknologi IoT. IoT dapat meningkatkan kualitas hidup dengan mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan meningkatkan kenyamanan. Contohnya adalah untuk monitoring dan memberikan notifikasi pengingat minum obat. Lansia dengan berbagai masalah kesehatannya menjadi tantangan bagi kita untuk mempersiapkan lansia yang sehat dan mandiri,” jelas siswa lebih lanjut.

Nuning Setianingsih beserta siswa ungkapkan rasa syukur. Sebagai pembimbing Nuning Setianingsih berharap para siswa terus memiliki semangat dan jiwa peneliti yang kelak berikan kontribusi kepada lingkungan, masyarakat, bangsa, dan negara. Ide-ide inovatif yang semakin berkembang dan mendewasakan para siswa, karakter kepedulian tinggi, dan kreatitivas-kreativitas yang tak pernah padam.

Kepala MAN 2 Yogyakarta Singgih Sampurno, S.Pd. M.A sampaikan hal senada sekaligus berikan apresiasi dan terima kasih, semakin mengokohkan MAN 2 Yogyakarta sebagai Madrasah Riset, dengan berikan sederet prestasi-prestasi, menjadi jalan lapang para siswa mewujudkan cita-cita. Tag line, “Ukir Prasasti dengan Prestasi,” terus bergema. (pusp)

 

 

 

 

 

 

 


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp