Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – MAN 2 Yogyakarta tidak henti-hentinya terus mengembangkan bakat murid-muridnya. Jumat (06/03/2026), bukan hanya dibidang prestasi akademik, dalam bidang seni murid MAN 2 Yogyakarta tidak kalah berbakatnya. Salah satu bidang seni Islami yang ada di MAN 2 Yogyakarta yaitu seni Hadroh. Seni Hadroh tersendiri sejatinya sudah di MAN 2 Yogyakarta sudah mulai muncul sebelum Covid-19 melanda. Akan tetapi pasang surut personil membuat hadroh MAN 2 Yogyakarta belum maksimal untuk dikembangkan. Hingga akhirnya selepas covid-19 sekitar tahun 2021, hadroh MAN 2 Yogyakarta mulai berkembang dan memperkuat personilnya. Dibawah Asuhan Harun Ikhwantoro,M.Pd., disertai ikhtiar yang kuat, hadroh MAN 2 Yogyakarta mulai merapatkan barisan dan kompak disetiap penampilannya. Mengusung tema yang up to date dan terus nguri-uri budaya shalawat yang berkembang di masyarakat, Hadroh MAN 2 Yogyakarta senantiasa eksis dalam setiap event di MAN 2 Yogyakarta dan beberapa kali tampil di lingkup masyarakat.
Melihat antusiasme murid yang sudah kuat dan
didorong dengan adanya beberapa event lomba yang bisa diikuti, maka pembina
hadroh kemudian berinisiatif untuk memberikan nama grup hadroh MAN 2
Yogyakarta. Diskusipun dimulai, dari internal sesama murid hadroh, meminta
saran nama ke pemuka agama, hingga mencari inspirasi dari nama grup-grup yang
sudah ada. Cukup lama, nama ini didiskusikan. Berawal dari nama Mahabbatur
Rasul, kemudian berganti menjadi Khairul Bariyyah, hingga akhirnya pembina
memutuskan bersama anggota hadroh untuk memberi nama Grup ini dengan nama
Syubbanul Jadid. “Syubban sendiri bermakna pemuda, sedangkan Jadid bermakna
pembaharu. Dengan nama ini, diharapkan hadroh MAN 2 Yogyakarta terus mengusung
semangat pembaharu dengan berisikan
anak-anak muda. Anak muda yang senantiasa penuh semangat dalam belajar
dikombinasikan dengan ide-ide cemerlang dalam mendakwahkan shalawat lewat seni
hadroh,”tegas harun.
Adanya Syubbanul Jadid di MAN 2 Yogyakarta diharapkan bisa mewadahi bakat
murid di bidang seni hadroh dan dapat memunculkan mujaddid di masa yang akan
datang untuk berkiprah ceerlang dimasyarakat. Adapun latihan rutin Syubbanul
Jadid dilaksanakan setiap selasa sore sehabis asar. Namun bila ada event atau
lomba, latihan bisa dilaksanakan sepekan 3 sampai 4 kali guna memberikan yang
terbaik disetiap pemampilannya.(har)
Berikan Komentar