Yogyakarta
(MAN 2 Yogyakarta) - Kepala Kantor Wilayah Kementeria Agama DIY Dr. Ahmad
Bahiej, S.H., M.Hum berikan pembinaan kepada Kepala Madrasah di lingkungan
Kanwil Kemenag DIY. Singgih Sampurno, S.Pd, MA ikuti perhelatan ini selaku
Kepala MAN 2 Yogyakarta.
Kakanwil
Ahmad Bahiej sampaikan syukur dan terima kasihnya, “bersyukur kepada Allah dan
bahagia, bisa bersilaturahmi dengan Bapak Ibu Kamad MA semua. Kanwil Kemenag
DIY sedang membangun Zona Integritas. Bukan status saja yang kita kejar.
Menjadi wilayah anti korupsi, anti nepotisme, gratifikasi, dan siap melayani. Tolong
dicatat sebagaimana disampaikan Pak Kabid. Tidak BOLEH ada pungutan atau hal
lain diluar REGULASI. Sekali lagi, saya diperintah Menteri Agama untuk
memberantas hal ini. Seandainya ada laporan dari Ombudsman maka harus kita
hadapi, jangan hindari. Sebagai negara demokrasi. Dari Ombudsman hasilnya
adalah saran/sugestion/rekomendasi. Bukan correction/sanksi. Langkah nya:
hadapi dan selesaikan. Kadang, persoalan kecil saja bisa dibesarkan, maka
perkuat Komite, ikuti prosedur, dst maka insyaAllah mudah kita urai dan hadapi.”
“Sedikit ta'aruf, saya di pesantren 16 tahun. Di pesantren Pandanaran 7 tahun, dari kelas 3 MI. Bapak Kepala MTsN, Kepala MAN di Wonosari. SMAnya di SMA N 5 Yogyakarta, kuliah di Fakultas Hukum karena hasil asesmen bakat minat mengarah potensinya di hukum,” tutur Ahmad Bahiej saat mengenalkan diri.
Ahmad
Bahiej lanjutkan penegasan arahannya, “Madrasah = sekolah unggul. Karena
madrasah adalah sekolah unggul dengan basis keagamaan. Mengharap ridha Allah,
kita hebatkan madrasah. Madrasah dan edupay? Ini bagus. Silakan bangun kerja
sama-kerja sama. Sudah kita buka komunikasi,
UIN Suka memberikan atensi besar bagi lulusan madrasah DIY dengan Catatan.
Lulusan madrasah DIY memang layak.”
“Harapannya
juga, anak kita di dorong untuk tidak hanya wilayah agama. Maka, lulusan kita
siap jadi teknokrat, ahli hukum, ahli kimia, ahli fisika, dsb tapi juga fasih membaca
Al Quran, fasih baca kitabnya. Jangan over spesialisasi, kita lahirkan
keseimbangan. Kembangkan ilmu umum. Ada nilai-nilai agama yang dipahamkan dari
ilmu-ilmu saintek, humaniora, dst. Bj. Habibie, fasih baca Quran ketika jadi
imam di Istiqlal, maka mari kita lahirkan Bj. Habibie-Bj Habibie di Indonesia,”
harap Kakanwil lebih lanjut.
Terakhir
Kakanwil tandaskan harapan besarnya, “saya ingin madrasah DIY, MAJU, BERMUTU,
MENDUNIA. Para alumni bisa lanjut sekolah di Perguruan Tinggi, dan menjadi
agen/benteng runtuhnya moral.” (pusp)
Berikan Komentar