Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Turnamen E-Sport Mobile Legends Piala Bupati Boyolali 2026 berlangsung semarak dan kompetitif selama tiga hari, 11–13 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Mahesa, Boyolali. Ajang ini diikuti peserta dari berbagai daerah dengan kategori umum, menjadikannya salah satu kompetisi e-sport daerah yang bergengsi dan diminati komunitas gim digital.
Dalam
kejuaraan tersebut, Muhammad Seto Gusmantri, murid Kelas Multimedia XID,
berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara II. Seto
menunjukkan performa konsisten sejak babak penyisihan hingga laga puncak.
Kemampuan membaca permainan, kerja sama tim yang solid, serta penguasaan
strategi Mobile Legends menjadi kunci keberhasilannya menembus posisi runner-up
di tengah persaingan ketat kategori umum.
Turnamen
ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya pengembangan ekosistem e-sport di
tingkat daerah, sekaligus menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk
menyalurkan minat dan bakat di bidang olahraga digital. Selain mengasah
keterampilan teknis, kompetisi ini juga menanamkan nilai sportivitas, disiplin,
komunikasi, dan pengendalian emosi. (Sumber: Antara News Jateng).
Prestasi
yang diraih Muhammad Seto Gusmantri menjadi bukti bahwa pelajar mampu bersaing
di level terbuka dengan tetap menjunjung tinggi etika dan semangat fair play.
Capaian ini sekaligus menegaskan bahwa e-sport bukan sekadar hiburan, melainkan
cabang prestasi yang menuntut kesungguhan, latihan terstruktur, serta manajemen
waktu yang baik.
Keberhasilan
ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk terus
mengembangkan potensi diri secara positif, baik di bidang akademik maupun
nonakademik. Madrasah terus mendorong lahirnya prestasi-prestasi baru yang
adaptif terhadap perkembangan zaman, sejalan dengan dunia digital dan industri
kreatif yang kian berkembang.
Melalui
ajang E-Sport Mobile Legends Piala Bupati Boyolali 2026, ruang prestasi
generasi muda semakin terbuka luas. Kompetisi ini tidak hanya melahirkan juara,
tetapi juga membentuk karakter tangguh, kreatif, dan siap berkompetisi secara
sehat di era global.
Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih muridnya. Ia menegaskan bahwa prestasi Seto mencerminkan semangat madrasah dalam mendukung potensi murid secara holistik. “Prestasi ini menunjukkan bahwa murid MAN 2 Yogyakarta mampu berkompetisi di level umum dengan tetap menjunjung tinggi nilai disiplin, sportivitas, dan tanggung jawab. Madrasah mendukung pengembangan bakat murid, termasuk di bidang e-sport, selama tetap selaras dengan karakter dan prestasi akademik,” ungkapnya.
Lebih
lanjut, Hartiningsih berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi murid
lainnya untuk berani mengembangkan potensi diri sesuai minat dan bakat
masing-masing. Ia juga menekankan pentingnya manajemen waktu, etika digital,
serta keseimbangan antara prestasi nonakademik dan akademik dalam menghadapi
tantangan era digital.
Prestasi
Muhammad Seto Gusmantri menjadi bukti bahwa e-sport merupakan salah satu cabang
prestasi yang menuntut kecakapan berpikir, kerja sama, pengendalian emosi,
serta kedisiplinan latihan. Keberhasilan ini sekaligus menegaskan komitmen MAN
2 Yogyakarta sebagai madrasah yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan
terbuka terhadap ragam prestasi murid.
Melalui
ajang E-Sport Mobile Legends Piala Bupati Boyolali 2026, ruang prestasi
generasi muda kian terbuka luas. MAN 2 Yogyakarta terus mendorong lahirnya
murid-murid berkarakter, berdaya saing, dan siap berkontribusi positif di era
digital dan global. (pusp)
Berikan Komentar