Yogyakarta
(MAN 2 Yogyakarta) – MAN 2 Yogyakarta adakan tes wawancara dan unjuk bakat
bagian dari tahapan seleksi Duta Bahasa dalam rangka Peringatan Bulan Bahasa,
Kamis (25/10/2024) di aula lantai 3. Tahapan seleksi ini diiukuti 10 siswa
setelah lolos seleksi tahapan 1 berupa tes berbasis komputer. Kegiatan dimotori
perpustakaan MAN 2 Yogyakarta dengan Sri Narwanti, S.Pd selaku Kepala
Perpustakaan bersama MGMP Bahasa internal.
Sambutan Kepala MAN 2 Yogyakarta Singgih Sampurno, S.Pd, M.A pada acara pembukaan Grand Final Duta Bahasa 2024, “selamat kepada 10 finalis yang berhasil mencapai tahap ini. Semua proses perlu dijalani untuk menunjang pengembangan kompetensi, terutamanya melalui kebahasaan.”
“Meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan penguatan kebahasaan merupakan sebuah upaya untuk membekali diri di masa mendatang. Seseorang yang memiliki kemampuan berbahasa yang baik akan lebih percaya diri dan mampu menjalin komunikasi sehingga berguna baik di studi lanjut maupun dunia kerja,” pesan Singgih Sampurno lebih lanjut.
Isi
laporan panitia disampaikan oleh Ketua Panitia Diah Wijiastuti, S.S, “ujian
tertulis diikuti 45 peserta, 20 putra dan 25 putri. 45 peserta
mengerjakan soal-soal dengan standar AKMI dengan jumlah soal
10 PG dan 3 essai. Dari 45 peserta tersebut akhirnya
diumumkan bahwa 10 peserta lolos ke babak grand final.”
Duta bahasa adalah contoh bagi siswa lainnya dalam menerapkan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam komunikasi sehari-hari. Mereka juga mengajarkan pentingnya literasi dan apresiasi terhadap karya sastra lokal, serta menginspirasi siswa untuk aktif dalam kegiatan yang berhubungan dengan budaya Indonesia. Selain itu, program duta bahasa membantu membentuk generasi muda yang tidak hanya bangga dengan identitas bahasanya tetapi juga memiliki kemampuan berkomunikasi yang mumpuni di berbagai forum.
Melalui peran duta bahasa di sekolah, siswa didorong untuk lebih aktif dalam mengembangkan kompetensi berbahasa dan turut serta melestarikan budaya lokal. Kegiatan ini, selain menumbuhkan keterampilan bahasa, juga membantu menanamkan rasa cinta tanah air, membentuk karakter siswa yang bangga akan budaya bangsa, serta berkontribusi dalam memajukan bahasa Indonesia di kancah internasional. (pusp)
Berikan Komentar